Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Revitalisasi Alun-Alun Merdeka terus menjadi perhatian publik. Wajar saja, ruang terbuka hijau yang menjadi ikon pusat Kota Malang ini memiliki kedekatan emosional dengan warga. Kamis (20/11/2025), Komisi C DPRD Kota Malang turun langsung meninjau progres pengerjaan untuk memastikan pembaruan berjalan sesuai rencana.
Peninjauan dipimpin Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin yang menegaskan bahwa proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka merupakan proyek yang sangat dinantikan masyarakat, dan karena itulah pengawasannya harus dilakukan secara serius dan transparan.
“Ini kan salah satu landmark utama di Kota Malang yang memang sangat ditunggu oleh masyarakat, sehingga harapannya memang progres revitalisasi ini berjalan dengan baik sesuai dengan rencana dan memberikan nilai lebih nanti daripada yang sebelumnya,” ujar Anas.
Dalam penjelasannya, Anas mengapresiasi dukungan pendanaan dari Bank Jatim yang memungkinkan proyek tersebut berjalan tanpa membebani APBD Kota Malang. Ia menyebut sejumlah peningkatan fasilitas akan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat setelah revitalisasi rampung.
“Ada sejumlah penambahan fasilitas baru di Alun-Alun Merdeka seperti taman bermain yang diperluas, desain air mancur lebih canggih dan dapat digunakan untuk event. Termasuk penambahan jumlah toilet untuk menjawab kebutuhan yang selama ini kurang, serta spot-spot baru yang akan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung,” ungkap Anas.

Harapannya, pembaruan tersebut bukan hanya mempercantik kawasan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas ruang publik agar dapat dinikmati seluruh lapisan usia.
Mendampingi peninjauan, Pelaksana Harian (PLH) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang memastikan revitalisasi tidak mengubah karakter heritage kawasan Alun-Alun Merdeka Malang.
Raymond menegaskan tidak ada proses penebangan pohon selama revitalisasi berlangsung, namun hanya perempesan pada pohon yang dinilai berpotensi membahayakan. Beberapa elemen lama juga tetap dipertahankan karena memiliki nilai historis.
“Secara heritage tidak merubah. Contoh bangunan yang dulu perpustakaan itu sama lampu. Jadi lampu yang sudah ada itu diperbaiki. Jadi tidak diganti, cuma untuk ketinggiannya disamakan dengan harapan nanti pandangan pada waktu penggunaan air mancur untuk tempat bermain itu lebih menyenangkan,” pungkas Raymond.
Proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang ditargetkan selesai pada 20 Januari 2025. Komisi C DPRD Kota Malang berkomitmen melakukan pengawasan hingga penyelesaian akhir agar proyek dapat dinikmati masyarakat sesuai harapan.
Masyarakat pun kini tinggal menunggu hasil akhirnya. Jika berjalan sesuai rencana, Alun-Alun Merdeka akan tampil dengan fasilitas yang lebih modern namun tetap mempertahankan nuansa historis yang menjadi ciri khasnya. (Red)
