Dengan Experience QRIS, hanya dengan Rp.5 Ribu sudah bisa nyeruput kopi dan berdonasi untuk korban bencana.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang kembali menunjukkan kreativitasnya dalam mendorong adopsi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Jika sebelumnya BI Malang sempat mempopulerkan QRIS dengan pengalaman masuk Kampoeng Kajoetangan Heritage dan menaiki Transjatim hanya bermodal Rp1, kali ini inovasi tersebut ditingkatkan dengan tujuan mulia yakni menggalang donasi untuk korban bencana di Sumatera.

Dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di kota Malang pagi tadi, jajaran BI Malang yang dipimpin oleh Kepala BI Malang Febrina, memperkenalkan program Experience QRIS yang unik yakni ngopi hanya dengan Rp.5 ribu sudah sekalian bersedekah untuk korban bencana di Sumatera. Program ini secara langsung menggabungkan edukasi pembayaran non-tunai dengan aksi kemanusiaan.

Program ngopi bersedekah melalui experience QRIS ini menarik perhatian para pengunjung Gerakan Pangan Murah di Kota Malang yang diselenggarakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Pengunjung yang ingin berdonasi sekaligus menikmati kopi hanya perlu melakukan satu kali scan QRIS.

Kepala BI Malang, Febrina, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan dana, melainkan bagian dari program edukasi QRIS yang sudah berjalan.

Kepala BI Malang, Febrina saat menyaksikan antusias pengunjung untuk mencoba experience QRIS Rp.5.000,- sudah bisa ngopi dan bersedekah (Foto : Agus Yuwono)
Kepala BI Malang, Febrina saat menyaksikan antusias pengunjung untuk mencoba experience QRIS Rp.5.000,- sudah bisa ngopi dan bersedekah (Foto : Agus Yuwono)

“Hari ini kita hadir di Gerakan Pangan Murah di Kota Malang yang diselenggarakan oleh TPID Kota Malang, di mana kita mengadakan donasi ini untuk saudara-saudara kita di Sumatera. Jadi kita bisa sekaligus experience QRIS ya. Dengan scan QRIS minimal Rp5.000 sudah bisa minum kopi sekaligus beramal untuk korban bencana alam di Sumatera,” ungkap Febrina.

Untuk menjalankan program ngopi sembari bersedekah ini, BI Malang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan mereka untuk melayani pembelian kopi selama dua hari penuh di lokasi Gerakan Pangan Murah.

Aksi solidaritas ini mendapat respons positif dari masyarakat. Febrina menuturkan bahwa inisiatif ini adalah bentuk empati BI Malang terhadap para korban bencana.

“Kita juga turut berempati pada apa yang dialami saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak bencana, dan nanti setelah terkumpul donasi tahap pertama akan segera kami kirimkan. Pengiriman donasi akan dilakukan secara bertahap, karena setelah dikirim kami juga masih melakukan penggalangan donasi lagi,” pungkas Febrina, memastikan bahwa penggalangan dana akan terus berlanjut.

Antusiasme terlihat di sepanjang Jalan Gajahmada Kota Malang. Pengunjung berbondong-bondong mendekati booth ngopi sembari bersedekah dari BI Malang ini, mereka tertarik dengan kemudahan berdonasi sambil menikmati minuman kopi.

Salah satu pengunjung, Refa, menyatakan rasa senangnya terhadap inovasi yang mempermudah aksi sedekah ini. Menurutnya, program ini membuat kegiatan amal terasa sangat praktis dan terjangkau bagi semua kalangan penikmat kopi.

“Sudah harganya hanya Rp5.000,- kita sudah bersedekah sekalian untuk saudara-saudara kita di Sumatera yang terkena bencana alam ini. Jadi ini simpel sekali ya,” ujar Refa dengan senang.

Inovasi Ngopi Bersedekah ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pembayaran digital seperti QRIS dapat diintegrasikan dengan kegiatan sosial, membuktikan bahwa berbuat baik bisa dilakukan dengan cara yang sangat mudah dan modern. (A.Y)