Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) membuktikan bahwa inovasi terbaik adalah inovasi yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Setelah lebih dari tiga minggu terjun ke puluhan kelurahan di Kecamatan Lowokwaru dan Klojen, sebanyak 317 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampung Lingkar Kampus resmi memamerkan hasil karya mereka di Transmart Mall Malang pagi hari tadi, Kamis (05/02/2026).
Mengusung tema ‘Vokasi Berdampak’, pameran ini menampilkan berbagai solusi kreatif dari 24 kelompok mahasiswa untuk menjawab problematika riil di tengah warga. Mulai dari digitalisasi profil kelurahan hingga re-branding produk UMKM lokal agar lebih kompetitif di pasar digital.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menegaskan bahwa KKN ini merupakan langkah nyata kampus untuk tidak menjadi “menara gading” yang eksklusif dari lingkungan sekitarnya.
“Jadi kita ingin juga memberikan dampak kepada masyarakat dengan menjawab berbagai persoalan yang terjadi dengan memberikan solusi melalui kegiatan KKN mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya di 24 kelurahan yang ada di wilayah kecamatan Lowokwaru dan Klojen,” ujar Kholid Mawardi.
Program ini difokuskan pada dua aspek besar. Pertama, pengembangan potensi daerah seperti sektor UMKM dan destinasi wisata. Kedua, revitalisasi layanan publik di tingkat kelurahan.
“Yang kedua kita berharap dapat membantu merevitalisasi layanan di kelurahan baik tampilan fisik maupun SOP dan segala macamnya, termasuk membantu membuat profil buku kelurahan sehingga lebih digitalized baik berupa hardcopy maupun softcopy. Para pelaku UMKM juga disentuh melalui upaya memberdayakan dengan peningkatan kualitas produksi, mendesain ulang produknya hingga membantu pemasaran secara digital,” tambah Kholid.

Langkah konkret para mahasiswa ini mendapat apresiasi positif dan sambutan hangat dari Pemerintah Kota Malang. Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Malang, Yogi Handoyo Waseso, S.Sos., M.Si., yang hadir di lokasi menyatakan bahwa karya mahasiswa Vokasi UB ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Yang jelas dari pemerintah kota Malang mengapresiasi betul kontribusi dari Fakultas Vokasi UB yang tadi sudah jelas hasil karya mahasiswa KKN itu luar biasa menjawab berbagai permasalahan riil yang ada di kelurahan dan masyarakat khususnya yang ada di sekitar kampus UB. Ini menjadi simbosis mutualisme,” kata Yogi.
Bappeda Kota Malang berencana mengumpulkan seluruh data dan inovasi tersebut untuk dikomunikasikan lebih lanjut kepada perangkat daerah terkait guna ditindaklanjuti secara berkelanjutan di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., melalui sambutannya mengungkapkan rasa bangganya atas empati sosial yang ditunjukkan para mahasiswa Vokasi UB. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang mengalir menjadi solusi nyata adalah bentuk pengabdian tertinggi.
“Saya sangat bangga, melihat bagaimana Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga individu yang memiliki empati sosial tinggi melalui hasil pengabdian masyarakat yang dipamerkan hari ini,” tutur Wahyu Hidayat.
Ia juga menekankan bahwa kreativitas adalah karakter kuat Kota Malang. Baginya, inovasi yang ditampilkan bukan sekadar soal kecanggihan teknologi, melainkan nilai kemanusiaan di dalamnya.
“Inovasi yang paling agung bukanlah yang paling canggih teknologinya, melainkan yang paling mampu menyentuh hati dan mengangkat martabat sesama manusia. Saya melihat di hadapan saya bukan hanya barisan mahasiswa, melainkan para arsitek perubahan dengan ketulusan nurani,” tutup Wali Kota Malang.

Selain memamerkan berbagai karya dan inovasi yang dibuat selama KKN, para mahasiswa Vokasi UB ini juga menyampaikan pemaparan dan laporan KKN secara terbuka selama proses desiminasi satu hari ini secara bergantian setiap kelompoknya. (A.Y)
