Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Golkar Kota Malang membawa target baru yang lebih tinggi. Di bawah komando Djoko Prihatin, partai berlambang pohon beringin ini menatap Pemilu 2029 dengan ambisi peningkatan kursi legislatif.
Dalam agenda halal bihalal di wilayah Pengurus Kecamatan Blimbing, arah strategi tersebut mulai disampaikan kepada kader. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Pemberdayaan Perempuan DPD Golkar Kota Malang, Kartika.
Ia mengungkapkan bahwa Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar telah menetapkan target peningkatan kursi DPRD yang cukup signifikan bagi daerah, termasuk Kota Malang.
“Oleh karena itu Ketua DPD Golkar bersama pengurus telah menyusun berbagai program untuk dapat mencapai target kursi sebanyak 10 kursi di Pemilu 2029 mendatang. Jadi selain kita menjalankan berbagai usaha di darat, kita juga perlu menjalankan jalur langit. Oleh karena itu tanggal 19 April 2026 mendatang Golkar Kota Malang akan meluncutkan program Mengakar (Mengaji Bersama Golkar),” ungkap Kartika.
Program Mengaji Bersama Golkar (Mengakar) menjadi salah satu pendekatan yang disiapkan yang tidak hanya dimaksudkan sebagai penguatan spiritual kader, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang terbuka bagi masyarakat.
“Nanti kegiatan Mengakar akan kita laksanakan secara rutin setiap bulan untuk dapat diikuti kader Partai Golkar kota Malang dan masyarakat umum, dan akan kita siapkan hadiah berupa umroh untuk peserta yang aktif dan beruntung mengikuti program Mengaji Bersama Golkar,” ujar Kartika.
Selain menjadi agenda rutin, kegiatan Mengakar juga akan dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai kebijakan dan arah gerak partai kepada kader secara langsung.
Di sisi lain, upaya penguatan struktur dan pelayanan juga dilakukan melalui peluncuran Lembaga Bantuan Hukum oleh DPD Partai Golkar Kota Malang. Layanan ini ditujukan tidak hanya bagi kader, tetapi juga masyarakat umum yang membutuhkan pendampingan hukum.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi yang disiapkan tidak hanya berfokus pada penguatan politik elektoral, tetapi juga pada pendekatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat. (A.Y)
