Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Momentum pelantikan Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang Masa Khidmat 2025-2030 menjadi pijakan strategis bagi organisasi pemudi Nahdliyin ini untuk menegaskan arah pergerakan barunya.

Menghadapi dinamika sosial perkotaan yang kompleks, kepengurusan baru ini berkomitmen hadir sebagai motor solusi atas berbagai isu kontemporer yang melanda kaum perempuan dan institusi keluarga.

Ditemui usai pelantikan, Ketua PC Fatayat NU Kota Malang, Widia menguraikan bahwa transformasi sosial yang masif di era urban menuntut organisasi untuk bergerak lebih responsif. Status Kota Malang sebagai kota pendidikan yang menjadi episentrum berkumpulnya ribuan mahasiswi dan perempuan muda dari penjuru nusantara, menciptakan karakteristik tantangan sosial yang unik sekaligus dinamis.

“Di tengah akselerasi transformasi digital, maraknya penetrasi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, urgensi kesehatan mental, ketahanan keluarga, hingga tekanan inflasi ekonomi global, Fatayat NU Kota Malang harus hadir sebagai organisasi yang relevan, adaptif, dan solutif,” tegas Widiarini pasca-prosesi pelantikan.

Guna mengonversi visi tersebut ke dalam langkah taktis, manajemen PC Fatayat NU Kota Malang telah menetapkan lima pilar bidang prioritas yang akan mengunci fokus kerja organisasi hingga tahun 2030 mendatang.

“Pilar pertama adalah penguatan kaderisasi dan kepemimpinan perempuan muda untuk mencetak figur pemimpin perempuan yang tidak sekadar mengisi struktur kepengurusan, melainkan cakap mengambil peran strategis di ruang publik.

Pilar kedua adalah ketahanan keluarga serta Perlindungan Perempuan dan Anak, sementara pilar ke tiga adalah penguatan gerakan sosial dan kemanusiaan,” ungkap Widia.

Pilar ke empat menurut Widia adalah transformasi berbasis teknologi dan kolaborasi dan pilar ke lima adalah pemberdayaan Ekonomi Kader dan Masyarakat.

“Kami berkomitmen penuh mendorong lahirnya perempuan-perempuan mandiri melalui stimulasi pengembangan UMKM, pemberdayaan ekonomi kreatif, kewirausahaan digital, serta penguatan jejaring usaha kader Fatayat se-Kota Malang,” urai Widiarini.

Sebagai implementasi awal dari pilar ekonomi, dalam sela kegiatan pelantikan tersebut, Fatayat turut meluncurkan produk minuman herbal inovatif berbahan dasar bunga rosella. Komoditas ini diproyeksikan menjadi produk UMKM binaan unggulan kader karena memiliki nilai budidaya tinggi serta kaya akan kandungan antioksidan untuk kesehatan.

Langkah taktis yang disusun oleh manajemen Fatayat Kota Malang ini mendapat apresiasi positif dari Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur. Ketua PW Fatayat NU Jatim, Siti Maulida, M.Pd., yang menilai Kota Malang memiliki modal sosial dan infrastruktur kemitraan yang sangat kuat karena ditopang oleh ekosistem perguruan tinggi dan jaringan komunitas kreatif yang luas.

“Malang ini kota pendidikan dan wisata yang potensi pemberdayaan ekonominya luar biasa. Saya berharap Fatayat Kota Malang mampu menjadi ‘kecil-kecil cabai rawit’. Kaderisasinya berjalan masif, pemberdayaan ekonominya berkembang, perlindungan perempuan dan anak semakin kuat, sehingga kepedulian sosialnya benar-benar mewarnai masyarakat. Momentum ini jangan berhenti sebagai seremonial, program dan jejaring sudah kuat, tinggal bagaimana sahabat-sahabat bergerak mengeksekusinya,” cetus Siti Maulida.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH. Dr. Isroqunnajah, M.Ag., kembali mengingatkan pentingnya peran Fatayat dalam menjaga kedaulatan digital keluarga di tengah derasnya arus informasi.

“Fatayat harus mampu membentengi keluarga dari serangan ideologi transnasional serta berbagai konten negatif yang beredar di media sosial. Berikan literasi kepada anak-anak dan kader terkait perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual. Perempuan adalah tiang penyangga negeri, maka mereka harus dibekali ketahanan mental dan literasi yang kokoh,” tutur Gus Is.

Ketua Panitia Pelaksana, Fina Faizah, S.Pd., M.Pd.I., melaporkan bahwa agenda pelantikan ini merupakan hasil kerja keras kepanitiaan selama dua bulan yang melibatkan konsolidasi dari tingkat cabang hingga ke akar rumput. Widiarini sendiri resmi terpilih melalui forum Konferensi Cabang (Konfercab) pada Juni 2025 lalu, setelah sebelumnya sukses memimpin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Lowokwaru.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 350 peserta dari berbagai elemen strategis, mulai dari unsur pemerintahan, legislatif DPRD, akademisi, hingga mitra pelayanan kesehatan. Saat ini, PC Fatayat NU Kota Malang mengonsolidasikan kekuatan struktural yang terdiri dari 5 PAC di tingkat kecamatan dan 75 Pengurus Ranting di tingkat kelurahan. (Red)