Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Momen Peringatan Hari Anak Nasional menjadi ajang penting untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan anak, khususnya pada kesehatan gigi dan mulut. Langkah nyata ditunjukkan oleh sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) bersama Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Brawijaya dengan menggelar program Pengabdian Masyarakat  (Penmas) di SDN Mulyorejo 1, Kecamatan Sukun, Kota Malang mulai pagi hari tadi, Kamis (23/07/2026).

​Kegiatan Penmas kali ini merupakan bagian dari implementasi program Kampung Lingkar Kampus (KLK) yang merupakan salahsatu program prioritas Rektor Universitas Brawijaya. Edukasi disampaikan kepada seluruh siswa kelas 1 hingga 6 beserta orang tua murid melalui penayangan video, pemaparan materi, dan permainan interaktif, dimana usai edukasi dilakukan screening kesehatan gigi dan mulut.

Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi, video hingga permainan yang melibatkan siswa dan orang tuanya (Foto : Agus Y)
Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi, video hingga permainan yang melibatkan siswa dan orang tuanya (Foto : Agus Y)

​Khusus siswa kelas 1 sampai 3, tim melakukan pemeriksaan kondisi gigi secara langsung dengan pendampingan penuh dari para orang tua, sehingga tim juga dapat melakukan wawancara kepada para orang tua untuk memetakan kebiasaan harian anak dalam merawat kebersihan mulut.

Apresiasi positif terhadap kegiatan​ tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Mulyorejo, drg. Helmie Wibisono yang hadir langsung di lokasi kegiatan Penmas tersebut.

​”Kegiatan screening dari FKG UB ini sangat bermanfaat, karena berdasarkan riset kesehatan terbaru, sekitar 57 persen masalah kesehatan di Indonesia adalah gangguan gigi dan mulut. Bahkan pada kelompok usia 5 hingga 9 tahun, angkanya mencapai 84 persen. Kehadiran tim UB membantu kami menemukan kasus awal. Siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat langsung dirujuk ke Puskesmas Mulyorejo,” jelas drg. Helmie Wibisono.

​Apresiasi senada datang dari Kepala Sekolah SDN Mulyorejo 1, Anita Supriati Mutmainnah, S.Pd.SD., yang menyampaikan pihaknya menyambut baik edukasi kesehatan kali ini karena dapat memberikan wawasan baru bagi para siswa dab juga orang tua murid.

Anita mengakui selama ini kegiatan edukasi melalui penyuluhan kesehatan gigi dilaksanakan setiap awal tahun dengan bekerjasama bersama Puskesmas Mulyorejo.

“Dan sekarang edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan anak juga dibantu oleh pihak FKG UB yang berkolaborasi dengan FIKES UB sehingga ada pengetahuan baru untuk wali murid kami. Kami berharap semoga kerjasama ini dapat berkelanjutan sehingga anak-anak kami terfasilitasi untuk kesehatan gigi dan juga kesehatan yang lain,” pungkas Anita.

Sementara itu ditemui di sela-sela kegiatan screening, ​Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKG UB, Dr. drg. Merlya, M.MRS., menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini menggunakan teknologi digital berupa aplikasi Carries Risk Assessment MinDTain Mobile. Aplikasi yang sedang dikembangkan tersebut berfungsi mendeteksi tingkat risiko karies gigi anak, mulai dari kategori rendah, sedang, hingga tinggi.

​Dari hasil pemeriksaan lapangan terhadap sekitar 140 siswa ditemukan kasus gigi permanen yang sudah mengalami lubang, terutama pada gigi geraham bawah yang umumnya tumbuh pada usia 6 tahun.

​Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKG UB, Dr. drg. Merlya, M.MRS., saat melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut sisea SDN Mulyorejo 1 (Foto : Agus Yuwono)
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKG UB, Dr. drg. Merlya, M.MRS., saat melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN Mulyorejo 1 (Foto : Agus Yuwono)

​”Banyak orang tua mengira gigi geraham bawah tersebut masih gigi susu yang nantinya akan tanggal, padahal itu sudah gigi permanen. Kami langsung memberikan konseling enam mata antara tim, anak, dan orang tua. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan perawatan, kami berikan surat rujukan ke puskesmas atau Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Brawijaya,” ungkap Dr. drg. Merlya.

​Ia menambahkan, keterlibatan ibu secara langsung sangat krusial karena pola makan, kebiasaan konsumsi gula, serta kedisiplinan menyikat gigi sangat ditentukan oleh aturan di rumah. Konsep pendampingan ini sengaja melibatkan tiga pilar utama, yaitu siswa, orang tua, dan pihak sekolah, guna menekan angka karies anak secara signifikan.

​Dalam pelaksanaannya, Dr. drg. Merlya didampingi oleh tim pengabdian yang terdiri dari drg. Merlya juga dibantu oleh anggota tim penmas yang terdiri dari Afidatul Muji Astuti, S.Si., Dr. drg, Ester Handayani Lodra, Sp.BM., Dr. drg, Ranny Rachmawati, Sp.Perio., Dr. drg, Yuanita Lely R., M.Kes., Regina Putri Virginia, S.Si., M.Sc., DSc.., drg. Trining Widodorini, M.Kes drg, Astika Swastirani, M.Si., Dr. drg. Dini R., Sp.KGA., Dr. drg, DIAH, Sp. Perio., dan drg Fredy M, Sp.BM., Ph.D.

​Dukungan penuh juga disampaikan oleh Dekan FKG UB, Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes., terhadap pelaksanaan Penmas dalam program Kampung Lingkar Kampus Universitas Brawijaya ini.

“Alhamdulillah kami mensupport program KLK yang dicanangkan oleh Universitas Brawijaya dan itu sangat baik ya. Artinya bahwa sebagai salah satu universitas negeri di Kota Malang seharusnya memang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sehingga bagi kami Fakultas Kedokteran Gigi UB juga harus berpartisipasi mengingat program ini sangat positif dan harapannya akan terus ada dari tahun ke tahun,” ujar Dekan FKG UB, Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes.

Dekan FKG UB, Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes., saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Agus Yuwono)
Dekan FKG UB, Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes., saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Agus Yuwono)

Melihat animo dan respon positif dari berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan screening tersebut, drg. Yuanita menegaskan melalui kegiatan kali ini FKG UB memberikan satu resolusi dan satu intervensi bahwasannya kesehatan gigi dan mulut itu satu hal yang sangat penting terutama untuk anak-anak.

“Harapannya setelah anak-anak ini sudah paham tentang kesehatan gigi dan mulut, maka nanti gigi dewasanya Akan sehat sehingga dengan gigi yang sehat InshaAllah cita-cita mereka akan terwujud mengingat beberapa profesi mengharuskan gigi itu sehat,” ungkapnya.

Mengakhiri wawancara, Dekan FKG UB ini menambahkan jika berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut itu merupakan hal penting  untuk mendukung kesehatan manusia secara keseluruhan. (A.Y)