Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau pelaksanaan Program Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang, Jumat,(24/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Kementerian Perdagangan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki daya saing global dan jiwa kewirausahaan.

Dalam kunjungannya, Dyah menilai MAN 2 Kota Malang telah memiliki fasilitas yang memadai serta didukung siswa yang aktif dan antusias. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global apabila didukung program yang tepat.

“Kami ingin meninjau implementasi program prioritas Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Garuda. Fasilitasnya lengkap, siswa-siswinya sangat antusias. Ini bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia sangat luar biasa dan bisa semakin berdaya saing ke depan,” ujar Dyah.

Selain meninjau program Sekolah Garuda, Wamendag juga menyosialisasikan program Campus Preneur yang digagas Kementerian Perdagangan. Program tersebut bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda sejak dini agar mampu menciptakan produk yang kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional.

Ia mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pasar produk lokal ke luar negeri. Untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komoditas seperti kopi, kakao, cokelat, hingga modest fashion dinilai memiliki permintaan tinggi di pasar global, khususnya kawasan Timur Tengah.

Sementara untuk industri berskala besar, Dyah menyebut produk alas kaki dan minyak sawit (CPO) masih menjadi komoditas unggulan ekspor Indonesia ke berbagai negara, termasuk Eropa, Pakistan, India, dan kawasan Timur Tengah.

“Kami berharap industri yang berkembang mampu menciptakan multiplier effect, membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Dyah menjelaskan keterlibatan Kementerian Perdagangan dalam Sekolah Garuda berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kewirausahaan. Menurutnya, semangat berwirausaha perlu ditanamkan sejak bangku sekolah agar peserta didik memahami peluang usaha sekaligus mampu menghasilkan produk berkualitas.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang Samsudin menyambut baik kunjungan Wamendag karena memberikan motivasi bagi sekolah yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda.

Menurutnya, kehadiran Wamendag juga membuka peluang komunikasi dan jejaring yang dapat mendukung siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, meski belum membahas dukungan pembiayaan beasiswa secara langsung.

“Kehadiran Bu Wamen memberikan motivasi kepada kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan Sekolah Garuda. Beliau juga membuka ruang komunikasi yang bisa membantu anak-anak kami memperoleh informasi mengenai peluang studi di luar negeri,” ujar Samsudin.

Di bidang kewirausahaan, Samsudin menjelaskan MAN 2 Kota Malang telah menjalankan mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) yang diikuti seluruh siswa. Sekolah juga memiliki laboratorium PKWU serta koperasi yang menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk berjualan di lingkungan madrasah.

Ia menambahkan MAN 2 Kota Malang resmi ditetapkan sebagai Sekolah Garuda pada pertengahan Mei 2026 setelah melalui proses verifikasi yang mencakup sarana prasarana, budaya akademik, lingkungan ramah anak, serta rekam jejak prestasi sekolah.

Saat ini, kata Samsudin, minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri terus meningkat. Pada tahun ini terdapat 19 siswa yang telah diterima kuliah di luar negeri, sementara sekitar 200 siswa kelas XI menyatakan berminat mengikuti jejak tersebut melalui berbagai program beasiswa. (Ftm/A.Y)