Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Pemerintah Kecamatan Klojen memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihasilkan oleh Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) melalui program expo inovasi 3M. Program ini dinilai berhasil menghadirkan solusi konkret yang relevan dengan kebutuhan spesifik masyarakat perkotaan.

Hal tersebut disampaikan langsung Camat Klojen, Willstar Taripar Hatoguan, S.STP., M.AP., usai meninjau langsung 11 gerai inovasi dari seluruh kelurahan di wilayahnya yang bertempat di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya. Menurutnya, variasi teknologi yang dipamerkan sangat menjawab tantangan riil di lapangan.

“Variannya berbeda, ada yang pengolahan sampah organik, pemilah sampah plastik, ada juga mixer dan spinner. Artinya, apa yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa dari FTAB Universitas Brawijaya ini menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan,” ujar Willstar Taripar Hatoguan.

Camat Klojen ini menambahkan bahwa karakteristik wilayah Klojen tidak berbasis pada sektor pertanian atau persawahan sehingga membuat fokus penanganan masalah lingkungan seperti pengelolaan sampah serta optimalisasi teknologi untuk memacu efisiensi produk UMKM menjadi pilihan intervensi yang sangat tepat.

Program intervensi teknologi ini mencakup seluruh wilayah di Kecamatan Klojen, di mana tiap kelurahan mendapatkan satu titik fokus penempatan alat bantu pada level rukun warga. Mahasiswa memetakan masalah spesifik di RW tersebut sebelum merancang teknologi tepat guna yang akan diterapkan.

“Jadi di satu kelurahan ditentukan satu lokus, dan teman-teman dari mahasiswa FTAB mencari permasalahannya apa dan teknologi tepat guna apa yang diintervensi di wilayah tersebut,” jelasnya.

Pasca pelaksanaan expo ini, pihak Pemerintah Kecamatan Klojen berharap masyarakat dapat memanfaatkan alat bantuan tersebut secara maksimal. Ke depan, teknologi ini diharapkan tidak sekadar digunakan, melainkan juga diadopsi dan diduplikasi secara mandiri oleh masyarakat luas.

“Kami berharap teknologi tepat guna yang sudah dibuat oleh teman-teman dari FTAB Universitas Brawijaya ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dan kalau bisa diduplikasi. Tinggal nanti bagaimana kami di kelurahan bisa mengadopsi pola yang dipakai oleh pihak FTAB UB,” pungkas Willstar Taripar Hatoguan. (A.Y)