Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19, Universitas Ma Chung menggelar media gathering bersama sejumlah insan pers di Hotel Savana Malang, Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan media massa guna mendukung kemajuan pendidikan di Kota Malang.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., mengatakan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Karena itu, pihaknya ingin terus mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin dengan media.

Menurut Stefanus, memasuki usia ke-19 tahun, Universitas Ma Chung menargetkan memasuki fase pengembangan baru dengan menjadi institusi yang mampu menjadi teladan sekaligus pusat inspirasi di tengah masyarakat. Selain menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, kampus juga berupaya membentuk karakter mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan.

“Berharap di usia ke-19 tahun, akan beranjak dari fase tahap pertama ke tahap kedua. Cita-cita kami menjadi contoh dan teladan dalam hidup, menjadi pandangan bagi yang ada di sekitar kami, menjadi trend center,” ujarnya.

Ia menegaskan, pencapaian target tersebut tidak dapat dilakukan sendiri. Universitas Ma Chung membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media massa, untuk memperoleh masukan dalam proses transformasi kampus.

“Kami perlu kerja sama dan transformasi. Kami ingin mendapatkan masukan, kritik, dan saran dari media,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Stefanus juga menyoroti pentingnya kualitas dan integritas sebagai faktor utama yang menentukan daya saing perguruan tinggi swasta (PTS) di tengah persaingan penerimaan mahasiswa yang semakin ketat.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui mutu pendidikan yang konsisten menjaga nilai-nilai akademik. Hal tersebut diwujudkan dengan menghasilkan lulusan yang kompeten, memiliki kemampuan soft skill, serta karakter yang baik.

“Membangun kepercayaan masyarakat itu tidak mudah. Kita harus menunjukkan integritas pendidikan yang tinggi yang menjaga nilai-nilai akademik,” jelasnya.

Ia menambahkan, raihan akreditasi unggul menjadi salah satu indikator kualitas perguruan tinggi yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Meski bukan menjadi kewajiban, akreditasi unggul dinilai penting sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

“Harapan kami generasi muda bisa memilih Universitas Ma Chung dengan lebih percaya. Tentunya itu harus dibuktikan melalui akreditasi unggul. Meski unggul bukan suatu kewajiban, kami ingin memberikan kepercayaan kepada masyarakat melalui akreditasi unggul,” ungkapnya.

Selain kualitas lulusan, Stefanus menilai karya ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika juga menjadi bukti kontribusi universitas dalam pengembangan masyarakat.

Ia mencontohkan perkembangan Universitas Ma Chung sejak berdiri pada 2007 dengan hanya memiliki lima program studi. Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pencapaian akreditasi, kini kampus tersebut telah memiliki 12 program studi.

Di sisi lain, Stefanus menekankan pentingnya kemandirian finansial bagi perguruan tinggi swasta. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang transparan dan efisien menjadi salah satu langkah menjaga keberlangsungan operasional kampus.

“Pemerintah saat ini gencar melakukan efisiensi. Kami sebagai PTS sudah mandiri secara finansial, termasuk untuk operasional sehari-hari,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)