Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menanggapi munculnya kritik dari sejumlah fraksi DPRD Kota Malang dalam Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025. Wahyu menilai kritik tersebut sebagai masukan konstruktif untuk memperbaiki kinerja pemerintahannya ke depan.
Sebelumnya, lima dari tujuh fraksi DPRD Kota Malang menyatakan abstain dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin (27/7/2026) kemarin. Sikap tersebut disertai sejumlah catatan dan kritik terhadap pelaksanaan pemerintahan.
Wahyu mengatakan, kritik dari fraksi-fraksi DPRD justru menjadi hal positif karena menunjukkan adanya perhatian terhadap jalannya pemerintahan.
“Kritik itu bagus, kan memberikan saran. Berarti kritikan yang membangun buat saya. Untuk ke depan kita akan berjalan lebih baik lagi,” ujar Wahyu.
Menurutnya, kritik yang disampaikan oleh partai-partai koalisi bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Ia menganggap masukan tersebut sebagai bentuk kepedulian agar pemerintahannya dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Biasanya orang yang begitu kan orang yang cinta. Kalau ada sedikit yang dibiarkan, kita malah tidak tahu. Tapi kalau dikritik berarti mereka cinta sama saya,” katanya.
Wahyu juga membantah adanya indikasi keretakan hubungan antara dirinya dengan partai-partai pengusung saat Pilkada. Ia menegaskan hubungan antara eksekutif dan koalisi partai masih berjalan baik.
“Oh tidak. Itu kaitannya dengan sayang. Daripada nanti saya terkena apa-apa, akhirnya mereka memberikan kritikan. Kalau tidak ada kritikan, kita tidak tahu apakah jalan kita sudah benar atau belum,” jelasnya.
Terkait usulan Fraksi NasDem-PSI agar komunikasi antara legislatif dan eksekutif diperkuat melalui forum informal, Wahyu menyatakan siap menindaklanjutinya. Namun, ia menyebut koordinasi tersebut tetap harus melalui pimpinan DPRD.
“Oh iya, nanti saya dengan Bu Ketua (Ketua DPRD Kota Malang) ya. Kalau dari legislatif domainnya Bu Ketua. Kami siap kapan pun untuk meningkatkan komunikasi, mau ngopi-ngopi bersama juga siap. Tapi saya tidak mungkin langsung ke fraksi masing-masing, karena ada ketuanya,” ujarnya.
Wahyu menegaskan, kritik yang muncul dari fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Malang untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif.
“Hubungan dengan partai-partai koalisi masih baik-baik saja. Mereka memberikan masukan yang baik kepada saya dan itu menjadi bahan evaluasi,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)
