Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Suasana di salah satu aula Hotel Grand Mercure Malang Mirama menjadi lebih ramai dan meriah. Hal ini disebabkan ribuan peserta dari berbagai daerah di nusantara berkumpul untuk mengikuti prosesi penganugerahan penghargaan (awarding) Grand Final Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) ke-15 di tahun 2026 ini.
Lebih dari 7.000 peserta yang telah menyelesaikan babak ujian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) nampak antusias menunggu pengumuman hasil penilaian. Pihak penyelenggara menyediakan berbagai apresiasi mulai dari sertifikat, medali, laptop, hingga paket perjalanan wisata ke Singapura.
Ditemui usai pelaksanaan awarding, Ketua Pelaksana FABI ke-15 yakni Arif Mustofa menyampaikan bahwa rangkaian pelaksanaan babak grand final pada tanggal 25 Juli 2026 telah berjalan lancar, dan kemudian dilanjutkan dengan sesi penganugerahan pada hari ini.
”Tahun ini kegiatan kami gelar selama dua hari karena melihat antusiasme peserta yang luar biasa. Untuk para peserta tahun ini yang datang dari berbagai daerah ini tetap bertahan hingga acara penganugerahan selesai. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara seremoni dari awal sampai akhir,” ujar pria yang akrab disapa Tofa tersebut.

Dari total 7.000 finalis, dipilih pemenang hadiah utama berupa fieldtrip ke Singapura untuk juara umum di setiap level. Hadiah ini diperuntukkan bagi peserta yang mengikuti tiga mata pelajaran sekaligus dengan perolehan medali dan akumulasi nilai tertinggi.
”Kami juga menyerahkan satu unit laptop bagi peserta yang berhasil meraih perfect score atau nilai sempurna. Selain itu, pada tiap level dipilihlah peringkat 1, 2, dan 3 terbaik, serta pembagian medali emas, perak, dan perunggu hingga posisi 120 besar di semua kategori,” kata Tofa.
Melihat tren positif serta tingginya antusiasme peserta dari luar Pulau Jawa dan Bali pada pelaksanaan tahun 2026 ini, panitia berencana memperluas jangkauan wilayah seleksi untuk ajang FABI ke-16 pada tahun mendatang.
”Target kami tahun depan adalah memperbanyak cakupan provinsi agar makin banyak anak-anak di seluruh Indonesia yang bisa berpartisipasi,” tambahnya.
Terkait dengan kualitas soal pada babak grand final, Tofa menjelaskan bahwa tim penyusun telah merancang komposisi soal dengan tingkat kesulitan berjenjang, mulai dari kategori mudah, sedang, hingga sulit, di mana porsi soal sulit diberikan paling dominan.
Mengakhiri keterangannya, Tofa memberi motivasi kepada para peserta yang belum berhasil membawa pulang medali agar tidak berkecil hati karena masih banyak kesempatan kompetisi lain di tingkat nasional maupun internasional. Sementara bagi para pemenang, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri dan terus mengasah potensi.
”Tetap berlatih dan terus mengukir prestasi. Kami menunggu kembali partisipasi seluruh peserta pada gelaran FABI ke-16 tahun 2027 mendatang,” pungkas Tofa. (A.Y)
