Dirjen SDA Kementerian PUPR terpilih menjadi Ketua Forum Alumni Pengairan Universitas Brawijaya dalam Munas 2 FAP UB.

ADADIMALANG – Dengan mengusung tema ‘Solidaritas Menyongsong 50 tahun Pengairan Emas’, Forum Alumni Pengairan (FAP) Jurusan Teknik Pengairan Universitas Brawijaya menggelar Musyawarah Nasional 2 FAP Universitas Brawijaya hari ini, Sabtu (26/10).

Dalam kegiatan yang diikuti para alumni Jurusan Teknik Pengairan Universitas Brawijaya (UB) tersebut juga dihadiri oleh Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi yang merupakan lulusan Teknik Pengairan tahun 1977 serta alumni yang lainnya.

Ketua Umum FAP Jurusan Teknik Pengairan UB, John Pantauw menyatakan bahwa alumni dari jurusan teknik pengairan UB harus tetap terkoneksi dengan kampusnya termasuk dengan para mahasiswa generasi saat ini.

“Agar kinerja alumni atau anggota FAP lebih baik maka kita menyinergikan antara mahasiswa dengan para alumni sehingga ada konektivitas dimana alumni bisa memberikan pengalamannya kepada mahasiswa termasuk memberikan masukan kepada jurusan mengenai SDM yang dibutuhkan di luar,” ungkap John Pantauw.

Menurut John Pantauw, peran dari alumni Teknik Pengairan UB saat ini sudah cukup terasa seperti pemberian beasiswa, bantuan laboratorium modern dan juga support dalam bentuk yang lain.

“Alumni Teknik Pengairan UB sudah banyak berada di posisi dan jabatan-jabatan penting d pemerintahan seperti di Kementerian PUPR saja dan yang lainnya. Dari semua pembangunan bendungan, PLTA, PLTN pasti ada alumni Brawijaya khususnya pengairan di sana,” ungkap John Pantauw.

Pernyataan dari John Pantauw tersebut dibenarkan oleh Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi yang juga hadir dalam kegiatan Munas 2 FAB UB sebagai peserta dari alumni angkatan tahun 1977.

“Banyak alumni Teknik Pengairan Universitas Brawijaya yang berada di posisi-posisi penting di pemerintahan dan di berbagai bidang,” ungkap Hari Suprayogi.

Dirjen SDA Kementerian PUPR menilai bahwa peran dari para alumni Teknik Pengairan Universitas Brawijaya (UB) sangatlah penting di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang banyak melakukan pembangunan infrastruktur.

“Dengan berbagai posisi di lembaga pemerintahan tentunya alumni Teknik Pengairan UB akan sangat berperan dalam pembangunan berbagai infrastruktur di era kepemimpinan saat ini,” ungkap Hari Suprayogi di sela-sela acara Munas 2 FAB UB tersebut.

Presiden Jokowi dengan nawacitanya 2014-2019 telah mencanangkan 65 bendungan dan menurut Hari hingga saat ini sudah ada 16 bendungan yang terselesaikan. Dengan pembangunan berbagai infrastruktur di bidang pengairan tersebut ditujukan untuk mencapai ketahanan air demi kepentingan masyarakat Indonesia.

“Dengan banyaknya proyek pembangunan tersebut, peran alumni Teknik Pengairan UB tentunya sangat dibutuhkan baik dengan posisi di lembaga pemerintahan ataupun bidang yang ditekuni saat ini dalam mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini,” ungkap Hari Surayogi.

Menurut Hari Suprayogi, pada awal tahun 2014 lalu diketahui hanya ada 11 persen dari 7,3 juta yang terairi atau terjamin pengairan sawahnya oleh bendungan atau waduk yang menampung air saat musim hujan dan dipakai di musim kemarau. Jika nantinya 65 bendungan itu sudah jadi sekitar di tahun 2023 mendatang, maka akan ada peningkatan sawah yang terairi air dari waduk menjadi 18 atau 19 persen.

Dengan rencana pembangunan infrastruktur di bidang pengairan oleh pemerintah tersebut, Hari Suprayogi kembali menegaskan besarnya peran Alumni Teknik Pengairan UB dalam turut mendukung Indonesia mencapai Ketahanan Air.

Dalam Musyawarah nasional 2 FAB UB tersebut, Hari Suprayogi terpilih menjadi Ketua FAP UB yang baru untuk periode 2019-2022. (A.Y)