Merasa tidak tersosialisasi tentang pembangunan dan usahanya sangat terdampak.

ADADIMALANG – Selain menyebabkan kemacetan di tengah kota Malang, penutupan jalan akibat pembangunan Kayutangan Heritage kota Malang juga dikeluhkan oleh warga.

Keluhan tersebut disampaikan oleh warga Kayutangan kota Malang yang merasakan dampak penutupan jalan tersebut kepada anggota DPRD Kota Malang asal daerah pemilihan (dapil) Klojen yakni Arief Wahyudi.

“Kami tidak menolak pembangunan ini, tetapi tolong dampaknya dpat diminimalisir,” ujar pengelola Pujasera Kayutangan, Syukrul Amin saat ditemui siang tadi, Selasa (10/11/2020).

Dampak adanya pandemi Covid-19 menurut Amin sudah sangat terasa membuat jumlah pengunjung Pujasera Kayutangan berkurang, namun dampak penutupan jalan kali ini membut pengunjung semakin minim yang datang.

“Kena pandemi Covid-19 pengunjung sudah turun, sekarang jalannya ditutup makin tidak ada pengunjung yang datang,” ungkap pria berkumis ini.

Usai mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat Kayutangan dan yang terdampak penutupan jalan, anggota DPRD Kota Malang asal Bareng yakni Arief Wahyudi menyampaikan keprihatinannya.

“Saya sudah mencoba bertanya ke beberapa tokoh dan beberapa Ketua RW yang wilayahnya terdampak penutupan, dan mereka menyampaikan belum tersosialisasi termasuk warga ini,” ungkap Arief Wahyudi di hadapan para pedagang Pujasera Kayutangan.

Selain sosialisasi adanya penutupan jalan dan pembangunan, menurut Arief Pemerintah Kota Malang harus menyosialisasikan dampak saat pembangunan hingga pasca pembangunan.

“Warga ini tidak menolak pembangunan Kayutangan Heritage, tapi tolong diajak bicaralah. Karena jika tidak maka bisa menjadi gerakan sosial menolak pembangunan ini lho,” tegas Arief Wahyudi yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Malang ini.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan bersama warga, Arief Wahyudi berencana menemui Wali Kota Malang bersama perwakilan warga Kayutangan.

“Saya akan sampaikan ke Fraksi dan Komisi B DPRD Kota Malang. Tapi jika tidak ada tindak lanjut, maka jangan salahkan Arief Wahyudi sebagai Wakil Rakyat Kota Malang yang akan bersurat,” pungkas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang ini. (A.Y)