Guru Besar menjadi salah satu indikator keberhasilan kontrak kerja Direktur Polinema dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
ADADIMALANG – Sebagai salah satu indikator keberhasilan tercapainya kontrak kerja Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), jumlah Guru Besar diharapkan dapat terus bertambah.
Terkait hal tersebut, Senat Polinema menyelenggarakan Sosialisasi Percepatan Guru Besar Polinema hari Selasa kemarin (20/04/2021).
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Senat Polinema tersebut dibuka oleh Direktur Polinema Drs. Awan Setiawan, M.MT., M.M. dan dihadiri oleh Para Pembantu Direktur, Ketua Senat, Ketua Komisi dan para anggota senat serta para dosen di lingkungan Polinema.
Selain dihadiri internal Polinema, rapat Senat Polinema kali menghadirkan Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. sebagai narasumber kegiatan.
“Acara ini untuk memberikan gambaran kepada dosen Polinema yang saat ini sudah menjadi Doktor dapat mengajukan Guru Besar. Guru besar merupakan salah satu indikator kontrak kinerja Direktur kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, M.MT., M.M.
Menurut Awan Setiawan, Polinema minimal memiliki tiga Guru Besar dimana saat ini baru tercapai satu Guru Besar dan satu orang dosen dalam proses menuju Guru Besar.
“Saya berharap para dosen dapat memanfaatkan acara ini untuk memperoleh informasi terkait percepatan Guru Besar dari narasumber yang dihadirkan kali ini,” ungkap Direktur Polinema.
Dalam presentasinya, Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. menyampaikan informasi tentang Strategi Peningkatan Layanan Jafa Dosen dalam Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka termasuk tentang Delapan kegiatan Kampus Merdeka.
“Delapan kegiatan Kampus Merdeka ini antara lain pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di Satuan Pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen dan membangun desa yang apabila dibimbing oleh dosen maka dosen akan memperoleh kum angka kredit tergantung dari komponen yang diikuti,” jelas Mohammad Sofwan Effendi.
Selain presentasi, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed., juga berbagi informasi terkait proses percepatan guru besar. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.