Pagi ini akan dilantik di kampus Universitas Widyagama Malang.
ADADIMALANG – Setelah sempat kurang aktif hingga dua periode lamanya (10 tahun) Ikatan Alumni Widyagama Malang (Ikawiga) dipastikan akan kembali berkiprah paska terpilihnya Ketua barunya.
Dalam Musyawarah Nasional Ikawiga yang digelar secara daring pada 10 April 2021 lalu, Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur Mohammad Supriyadi ST., MT, terpilih untuk menduduki jabatan Ketua Ikawiga periode 2021-2026.
Ditemui kemarin sore (27/08/2021) pada saat gladi kotor pelantikan Ketua dan Pengurus Ikawiga, Ketua Terpilih Ikawiga, Mohammad Supriyadi mengaku amanah sebagai Ketua Ikawiga bukanlah suatu hal yang mudah namun harus tetap dilaksanakan.
“”Ini pekerjaan tidak gampang tapi kita harus optimis. Bahwa sebuah organisasi khususnya organisasi yang membawa nama besar kampus Widyagama ini kita harus optimis meskipun dalam kondisi pandemi yang sangat tidak mendukung saat ini. Tujuan utama kita adalah membantu internal atau Universitas Widyagama (UWG) Malang untuk mempromosikan dan memperkenalkannya di seluruh Indonesia ,” ungkap Ketua Ikawiga Terpilih.
Ditemui di kampus II Widyagama Malang, Rektor UWG, Dr Agus Tugas Sudjianto ST., MT menyampaikan kegembiraannya atas terpilihnya ketua baru Ikawiga periode 2021-2026 tersebut.
“Ini menjadi kado manis bagi ulang tahun emas Widyagama karena di beberapa periode Ikawiga ini sedikit vakum. Sehingga dalam hal ini saya melihat dengan terpilihnya Ketua dan pengurusnya yang baru ini telah merubah suasana menjadi lebih baik, semua pengurusnya dapat aktif lebih baik sehingga kami berharap Ikawiga ini dapat bersinergi dengan universitas untuk mempublikasikan kampus UWG dan mendukung kegiatan kampus. Salah satunya yang terpenting adalah dalam hal penerimaan mahasiswa baru,” ungkap Rektor Universitas Widyagama (UWG) Malang.
Agus Tugas menegaskan dirinya sangat gembira dengan terpilihnya Mohammad Supriyadi sebagai Ketua Ikawiga karena Mohammad Supriyadi merupakan salahsatu alumnus UWG yang telah sukses dan memiliki komitmen yang sangat bagus untuk menyinergikan Ikawiga dengan kampus UWG.
“Saya melihat Mohammad Supriyadi ini adalah orang yang disiplin dengan motto pantang kerja tak selesai, sehingga saya yakin Ikawiga akan semakin berkembang di bawah kepemimpinannya saat ini,” pungkas Rektor Universitas Widyagama Malang.
Usai terpilih melalui musyawarah nasional, Mohammad Supriyadi mengaku telah melaksanakan Pra Rapat Kerja (raker) yang mengagendakan sepuluh program kerja utama potensi yang akan dilaksanakan selama periode kepemimpinannya.
“Program kerja yang pertama adalah E-Data dimana sampai saat ini kita belum punya data yang kongkret tentang alumni yang sudah 50 tahun Widyagama ini berdiri. Oleh karena itu dua tahun ke depan kita akan mengerjakan E-Data ini. Kalau sudah ada E-Data maka mudah bagi kita untuk memberikan beasiswa yang merupakan program kerja kedua Ikawiga,” ungkap Mohammad Supriyadi.
Program ketiga yang akan dijalankan Supriyadi bersama pengurusnya adalah penyerapan tenaga kerja yang akan didukung oleh E-Data Ikawiga yang telah dimiliki nantinya adalah penyerapan tenaga kerja dari alumnus kampus Widyagama Malang.
“Jika suatu perguruan tinggi atau kampus lulusannya itu banyak yang tidak terserap di dunia kerja maka akan mengalami kesulitan dalam hal rekruitmen mahasiswa baru. Program kelima kami adalah memperbanyak kerjasama Widyagama dengan berbagai pihak seperti pemerintah ataupun swasta dengan tujuan pengenalan kampus dan penempatan lulusan Widyagama ke dunia kerja termasuk kerjasama internasional,” ungkap Mohammad Supriyadi.
Mengingat Universitas Widyagama ini merupakan kampus swasta, maka Supriyadi menegaskan Ikawiga memiliki kewajiban untuk mempromosikan kampusnya ke khalayak yang lebih ramai mengingat kampus swasta akan dapat survive melalui jumlah mahasiswanya yang tidak sedikit.
“Kita harus jujur bahwa Ikawiga yang telah berdiri 37 tahun lamanya namun belum memiliki kesekretariatan yang harapannya di periode
ini dapat segera terwujud. Reuni Akbar juga menjadi program kami (Ikawiga) yang ke delapan dan yang ke sembilan kita harus mengaktifkan semua sosial media dimana teknologi ini memiliki peranan yang besar. Tracing study merupakan program kami yang ke sepuluh, dimana tracing study ini akan dapat menunjukkan lulusan Widyagama dibutuhkan di dunia kerja atau tidak yang akan ditindak lanjuti dengan evaluasi untuk perbaikan ke depannya,” pungkas Mohammad Supriyadi. (A.Y)

2 Komentar
Berita padat berisi enak dibaca, sukses selalu mas Agus
Niat yg baik hrs di dukung semoga UWG semakin maju