Siap diterjunkan dalam kondisi kemanusiaan yang membutuhkan bantuan.

ADADIMALANG – Sukses melakukan penanganan kondisi pandemi akibat Covid-19 melalui Satgas Covid-19 di wilayahnya, warga Villa Bukit Tidar (VBT) kota Malang kembali memiliki organisasi baru.

Pembentukan organisasi dan pelantikan anggota relawan kemanusiaan yang diberi nama RESPEK (Relawan Sosial Peduli Kemanusiaan) Indonesia tersebut dilaksanakan usai Sholat Jumat di Masjid Nurul Jihad VBT siang tadi, Jumat (10/12/2021).

“Sengaja kita pilih hari Jumat untuk pembentukan RESPEK Indonesia karena hari Jumat itu hari terbaik dan dilaksanakan di masjid yang merupakan rumah Allah SWT dengan harapan organisasi RESPEK Indonesia ini akan menjadi baik dan bermanfaat bagi kemanusiaan,” ungkap Ketua tim RESPEK Indonesia, KH Akhmad Muwafik Saleh S.Sos., M.Si,

Pembentukan RESPEK Indonesia ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pembacaan doa dan diakhiri dengan pemasangan emblem RESPEK Indonesia pada seragam baru anggota RESPEK Indonesia oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Jihad VBT, Dr. KH. Hasan Busri, M.Pd.

Potongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas terbentuknya RESPEK Indonesia tersebut dipotong oleh Akhmad Muwafik Saleh yang diserahkan kepada Ketua Takmir Masjid Nurul Jihad VBT.

“RESPEK Indonesia ini merupakan transformasi dari lembaga dan kegiatan warga Villa Bukit Tidar (VBT) seperti Kampung Tangguh VBT, Sobo Genting, Satgas Covid-19 dan lain sebagainya dimana yang hari ini dibentuk adalah RESPEK Indonesia,” ungkap Humas RESPEK Indonesia, Ir. Abdul Basid.

Menurut Abdul Basid, setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh warga termasuk pembentukan berbagai lembaga atau organisasi dan juga kegiatan selalu berkordinasi dengan pihak Takmir Masjid Nurul Jihad VBT.

Lebih lanjut Ketua Tim RESPEK Indonesia yakni Akhmad Muwafik Saleh menyampaikan terbentuknya tim RESPEK Indonesia sari VBT tersebut merupakan wujud tingginya rasa kemanusiaan warga VBT untuk menolong sesamanya.

“Awalnya kita sudah melakukan pemberian bantuan kepada korban bencana banjir bandang di kota Batu beberapa waktu lalu termasuk di wilayah kota Malang yang turut terdampak dan juga kegiatan kemanusiaan lainnya. Saat itu kita turun masih menggunakan nama Satgas Covid-19 VBT,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Dekan III FISIP Universitas Brawijaya.

Muwafik lebih lanjut menyampaikan telah melandainya kasus Covid-19 di Kota Malang dan juga tingginya animo masyarakat Villa Bukit Tidar (VBT) untuk turut membantu dalam kondisi bencana, akhirnya diusulkan pembentukan RESPEK Indonesia tersebut.

“Bahkan saat terjadi bencana erupsi Gunung Semeru itu, warga VBT justru sangat antusias untuk melakukan penggalangan dana untuk bantuan korban bencan erupsi Gunung Semeru tersebut hingga kita lakukan pembentukan dan pelantikan tim RESPEK Indonesia siang ini,” ungkap Muwafik.

Rencananya tim RESPEK Indonesia tersebut menurut Muwafik akan dilegalkan dengan mendirikan yayasan yang menaungi tim tersebut.

“Kita dari RESPEK Indonesia juga membuka kesempatan untuk siapa saja yang akan bergabung atau mendirikan tim RESPEK di daerahnya masing-masing untuk membantu dalam hal kemanusiaan. Kemarin kita sudah bertemu dengan salah satu teman yang tertarik mendirikan atau membentuk tim RESPEK di wilayah Hongkong,” ujar Muwafik.

Dengan pembemtukan berbagai Tim RESPEK di berbagai wilayah maka tindakan kemanusiaan atau bantuan akan cepat terberikan kepada pihak yang membutuhkan sesuai wilayah tim RESPEK di masing-masing wilayah.

“Intinya kita bergerak untuk kemanusiaan di lokasi yang mampu kita jangkau semaksimal mungkin untuk memberikan manfaat bagi sesama,” pungkas Muwafik Saleh. (A.Y)