ADADIMALANG – Penetrasi pengguna internet dan media sosial di Indonesia terus meningkat dari hari ke hari.  Berdasarkan riset hootsuite pada bulan Januari 2021 diketahui jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta jiwa atau sekitar 73,7 persen dari populasi, sementara pengguna media sosial mencapai 170 juta jiwa atau 61,8 persen dari populasi.  Dibalik sisi positif kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, juga tersimpan ancaman yang harus dicermati oleh generasi masa depan.

Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji dalam berbagai momen acapkali mengingatkan pentingnya membangun literasi digital demi menjaga esensi positif teknologi informasi dan komunikasi.

“Meskipun secara fisik kita berkumpul, namun ternyata pikiran kita tidak sedang berkumpul,” ujar Wali Kota Sutiaji melihat maraknya fenomena ujaran kebencian, menebar aib, debat kusir dan sikap memecah belah yang berseliweran akibat ketergantungan pada dunia maya seperti media sosial yang justru sering mereduksi silaturahmi.

Mencermati hasil riset yang dikutip dari theconversation.com yang dipresentasikan di Asian Network for Public Opinion Research (ANPOR) Annual Conference pada November 2018, semua kelompok usia memiliki kecenderungan nyaris sama dalam menyebarkan hoaks dan tidak terbatas pada kategori usia tertentu.

Dalam rangka membangun kewaspadaan akan dampak negatif era digital tersebut, Forum Anak Kecamatan Klojen difasilitasi Pemerintah Kota Malang menggelar pembinaan bijak bermedia sosial bagi anak-anak dan orang tua di Aula Kecamatan Klojen Sabtu kemarin (04/12/2021).

Saat membuka acara, Camat Klojen, Drs. Heri Sunarko, M.Si berharap para peserta kegiatan yang belum lama ini dipilih menjadi pengurus Forum Anak tingkat Kecamatan Klojen maupun Kelurahan mampu menularkan pengetahuan kepada keluarga dan teman-teman sebaya di sekitarnya.

“Internet dan Media sosial silakan dipergunakan, tetapi anak-anakku tersayang tetaplah menjadi anak-anak yang tidak lupa akan budaya dan etika. Jaga diri sebaik mungkin terhadap kejahatan di media sosial,” ujar Heri Sunarko.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB, Miswardhani S.Sos menilai pembinaan bijak bermedia sosial sangat baik sebagai salah satu bentuk kegiatan preventif edukatif untuk menguatkan Malang menuju Kota Layak Anak.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Layanan Informasi Publik Diskominfo Kota Malang, Pandu Zanuar yang didapuk menjadi narasumber membagikan beberapa tips bijak bermedia sosial seperti melindungi dan tidak membagikan data pribadi seperti nomor ponsel, rekening tabungan, kartu identitas diri, nama orang tua, tanggal lahir hingga riwayat kesehatan dan tidak termakan rayuan membagikan foto pribadi yang mengeksploitasi aspek seksual diri.

“Adik-adikku semua, jangan pernah mau membagikan foto tanpa busana ke teman dekat apalagi orang lain yang baru dikenal  Banyak sekali predator seksual dengan berbagai modusnya. Hati-hati”, himbau Pandu.

Selain proteksi data pribadi, menjadi bijak di dunia maya juga penting dilakukan dengan menghindari sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas atau memberikan persetujuan aplikasi tanpa membaca persyaratan, menyampaikan pendapat secara bebas namun tetap santun, tidak memproduksi atau ikut menyebarkan berita tidak jelas yang berpotensi hoaks, dan menghindari perundungan siber (cyber bullying).

Beberapa modus perundungan antara lain mempublikasikan data pribadi orang lain (doxing), menguntit di dunia maya yang kemudian berujung penguntitan di dunia nyata (cyber stalking), penyebaran foto/video asusila dengan tujuan balas dendam yang dibarengi dengan tindakan intimidasi dan pemerasan (revenge porn).

Pandu menggarisbawahi sebuah hal penting dalam perlindungan anak yakni kehadiran orang tua yang memahami dan bisa menjalin komunikasi yang erat dengan anak-anak agar bisa mendeteksi sejak dini kejadian perundungan.  Sebuah fakta dari riset cyber bullying statistics tahun 2021 mengungkap  bahwa 62 persen remaja tidak mau menceritakan perundungan yang dialami kepada orang tua.

“Orang tua perlu hadir tidak hanya sebagai ayah atau ibu, tapi juga teladan dan sahabat dimata anak-anak,” pungkas Pandu. (A.Y)