Rinawati : secara umum kondisi di Kota Malang selama Januari 2021 hingga saat ini kondusif.

ADADIMALANG – Dalam rangka mengantisipasi munculnya konflik sosial di penghujung tahun 2021 sekaligus sebagai ajang evaluasi selama tahun 2021 ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang menggelar rapat Kordinasi Tim Terpadu Penanganan Gangguan Konflik Sosial siang tadi, Rabu (22/12/2021).

Dalam laporannya, Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Dra Rinawati MM menyampaikan rakor yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari Permendagri nomor 42 tahun 2015 tentang pelaksanaan koordinasi penanganan konflik sosial.

“Selain itu juga untuk terbangunnya pola kerjasama semua unsur dari pemerintahan, aparat dan masyarakat, sehingga terjalin komunikasi dan koordinasi yang ideal. Termasuk di dalamnya adalah adanya kesamaan pemahaman terkait penanganan konflik sosial di Kota Malang,” ungkap Rinawati.

Dalam Rapat kordinasi yang digelar di Ruang Sidang Balaikota Malang tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang, Kapolres Malang Kota, Dandim 0833 Kota Malang, Kajari Kota Malang dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang lainnya.

“Potensi konflik di kota Malang ini kita bagi dalam bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan yang kita rangkum mulai bulan Januari hingga bulan Desember 2021 untuk diketahui, dikaji dan dievaluasi untuk penanganan yang lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Kepala Bakesbangpol Kota Malang.

Usai pelaksanaan Rapat kordinasi, Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji menyampaikan bahwa kegiatan Rakor dari Tim Penanganan Terpadu Penanganan Gangguan Konflik Sosial merupakan kegiatan yang  rutin dilaksanakan, tetapi kali ini dilaksanakan lebih besar dari biasanya karena di penghujung akhir tahun 2021 sehingga kita bahas kejadian-kejadian menonjol yang pernah terjadi sebagai bahan antisipasi kejadian menonjol di akhir tahun ini.

“Tadi sudah disampaikan apa saja kegiatan menonjol yang terjadi mulai awal tahun 2021 hingga bulan Desember ini sehingga dapat  menjadi pembelajaran bagi kami agar ke depan lebih baik lagi penangan konflik sosial yang terjadi,” ungkap Wali Kota Sutiaji.

Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji saat menanggapi laporan kejadian menonjol di Kota Malang
Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji saat menanggapi laporan kejadian menonjol di Kota Malang

Saat ditanya potensi atau ancaman konflik apa yang disoroti di Kota Malang saat ini, Wali Kota Sutiaji menegaskan Forkopimda Kota Malang saat ini hanya berfikir bagaimana cara menjaga kondusifitas kemaanan, kenyamanan bagi warga Bumi Arema ini.

“Saya kira di sini kita harus tetap waspada mengingat saat ini ada saudara kita yang Nasrani  yang akan melaksanakan ibadah. Namun dalam kondisi pandemi ini tidak ada mobilitas sehingga akan ada pembatasan kuota. Keamanan itu kan tidak semata-mata tanggung jawab dari TNI Polri saja, tetapi semua elemen masyarakat misalkan Anshor, Banser dan lain sebagainya,” ungkap Wali Kota Sutiaji.

Ditemui di lokasi yang sama, Joko Siswo selaku Kasubdit Penanganan Konflik Bakesbangpol Kota Malang menegaskan dalam rakor tersebut telah disampaikan beberapa kejadian menonjol yang terjadi dalam satu tahun sebagai bahan laporan.

“Yang hadir dalam rapat kordinasi ini antara lain Forkopimda dan juga Tim Penanganan Terpadu Penanganan Gangguan Konflik Sosial, dimana setelah kami berikan laporan kejadian menonjol apa saja yang telah terjadi dan ditangani hingga mendapatkan solusi akhir juga dapat mendapatkan masukan dari Forkopimda sebagai Dewan Pengarah untuk antispasi kejadian yang sama atau potensi terjadinya konflik sosial,” ungkap Joko Siswo.

Dengan rapat kordinasi tersebut, Joko Siswo berharap akan ada deteksi dini dan antisipasi agar potensi konflik sosial yang akan terjadi di kota Malang tersebut dapat diredam atau diantisipasi agar tidak terjadi. (A.Y)