Masih banyak WP yang ketakutan saat akan dipasang alat e-tax.

ADADIMALANG – Dari total kurang lebih 3.000 restauran atau resto yang ada di Kota Malang, tercatat baru sebanyak 699 resto yang telah terpasang e-tax. Hal tersebut menjadi target yang harus dikejar Pemkot Malang untuk meningkatkan pundi-pundi pendapatan asli daerah Kota Malang.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Dr Handi Priyanto menjelaskan jumlah resto yang telah terpasang e-tax di Kota Malang saat ini masih lebih besar dibandingkan dengan daerah lain yang menjalankan hal yang sama.

“Kalau ukuran kabupaten dan kota, kita sudah yang terbanyak. Memang bertahap kita pelan-pelan menyasar yang menjadi target pemasangan e-tax,” tegas Handi Minggu (13/11/2022).

Meski begitu Handi mengaku masih banyak lagi yang harus dikejar untuk dipasang e-tax, sekitar 2.300 objek pajak atau wajib pajak (WP) restaurant lain yang menjadi pekerjaan rumah Bapenda.

Agar mudah memasang e-tax, Bapenda melakukan dua cara yakni menggandeng perbankan atau membuat dan mengembangkan alat sendiri. Dua cara tersebut sudah dilakukan oleh Bapenda secara bertahap.

Terkait kendala pemasangan e-tax, Handi menyebut sejumlah WP masih takut ketika dipasang alat tersebut karena kekhawatiran adanya kebocoran data. Oleh karenanya, Handi menegaskan Bapenda terus mengedukasi WP agar tidak takut dipasangi e-tax.

“Jadi e-tax itu hanya mencatat transaksinya saja dan tidak sampai mencatat data lainnya,” papar mantan Kadishub Kota Malang ini.

Handi menambahkan pemasangan e-tax di empat sektor pajak dapat memenuhi target. Misalnya pajak restoran yang pada triwulan kedua ditarget Rp 29 miliar, kini sudah terealisasi Rp 32 miliar. Capaian itu diyakini berkat adanya e-tax. (A.Y)