~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Riyoyo Kupatan: Simbol Kultural Islam Nusantara dalam Perspektif Sosiohistoris dan Symbolic Attraction

Riyoyo Kupatan: Simbol Kultural Islam Nusantara dalam Perspektif Sosiohistoris dan Symbolic Attraction

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
  • visibility 375
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Isa Wahyudi (Ki Demang)*

Jejak Sosiohistoris: Dakwah Kultural Sunan Kalijaga

Tradisi Lebaran Kupatan atau Riyoyo Kupatan memiliki akar sejarah yang kuat dalam proses penyebaran Islam di Jawa, khususnya pada masa Kesultanan Demak abad ke-16. Salah satu tokoh sentral dalam perkembangan tradisi ini adalah Sunan Kalijaga, anggota Walisongo yang dikenal dengan pendekatan dakwah kulturalnya. Ia memperkenalkan dua istilah penting: Bakda Lebaran (1 Syawal) dan Bakda Kupat (7–8 Syawal), sebagai bagian dari strategi menyampaikan nilai-nilai Islam lewat budaya lokal.

Dengan pendekatan tersebut, Walisongo tidak menghapus budaya pra-Islam, melainkan menyerap dan mengislamkannya. Sunan Kalijaga, misalnya, menyelaraskan tradisi slametan dengan nilai-nilai Islam seperti syukur, silaturahmi, dan tobat. Kupatan pun menjadi jembatan dakwah yang menyentuh kalbu masyarakat Jawa.

Makna Filosofis Ketupat: Dari Bentuk hingga Bahan

Kata “ketupat” dalam bahasa Jawa mengandung banyak makna simbolik:

• Ngaku Lepat: mengakui kesalahan sebagai simbol permohonan maaf dan introspeksi diri.

• Laku Papat: lebaran, luberan, leburan, dan laburan—empat tahap spiritual yang menandai kemenangan Ramadan.

• Kiblat Papat Lima Pancer: bentuk segi empat ketupat mencerminkan arah mata angin dengan pusatnya adalah Tuhan, simbol bahwa manusia akan kembali kepada Sang Pencipta.

• Janur Kuning: simbol penolak bala, harapan untuk keselamatan dan keberkahan.

• Beras Putih di dalamnya menyimbolkan kesucian dan niat baik.

Dalam perspektif symbolic attraction, ketupat menjadi magnet budaya yang memikat masyarakat untuk menyatu dalam nilai-nilai universal Islam seperti pemaafan, kesederhanaan, dan kebersamaan. Simbol-simbol ini tak hanya menyentuh logika, tapi juga emosi kolektif masyarakat.

Kupatan di Berbagai Daerah: Ekspresi Kultural yang Hidup

Pantura Jawa – Lomban Kupatan

Di pesisir Pantura seperti Jepara, Pati, Rembang, dan Kudus, Lomban Kupatan menjadi puncak Idulfitri yang jatuh pada 7 atau 8 Syawal. Tradisi ini diawali dengan ziarah makam leluhur, dilanjutkan dengan larung kepala kerbau ke laut sebagai simbol persembahan dan harapan akan keselamatan bagi para nelayan. Bahkan, perang ketupat menjadi bagian dari ritual, yang menyimbolkan semangat dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.

Durenan, Trenggalek – Gunungan Kupat dan Open House

Di Durenan, Trenggalek, tradisi kupatan telah berlangsung lebih dari dua abad. Hari ketujuh Syawal menjadi momen gunungan kupat diarak keliling desa, diiringi suasana meriah dan penuh syukur. Setiap rumah membuka pintu untuk open house, menyajikan ketupat dan mengadakan salaman massal sebagai simbol rekonsiliasi sosial dan kekeluargaan.

Tanjung Kodok, Lamongan – Pawai dan Jabutan Ketupat

Di Pacitan dan Lamongan, gunungan ketupat dijadikan bagian dari pawai beregu yang bahkan dilombakan seperti karnaval. Setelah itu, masyarakat berebut tumpeng ketupat dalam acara yang disebut jabutan. Ritual ini menjadi representasi kegembiraan, kebersamaan, dan rezeki yang melimpah.

Bukit Sidoguro, Klaten – Doa dan Rebutan Gunungan

Di kawasan Rawa Jombor, Klaten, tradisi kupatan diwarnai dengan puluhan gunungan ketupat yang didoakan oleh tokoh agama sebelum diperebutkan masyarakat. Masyarakat percaya bahwa mendapatkan ketupat tersebut membawa berkah dan keberuntungan.

Pekauman, Gresik – Riyoyo Kupatan Sebagai Puncak Lebaran

Unik pula di Pekauman, Gresik. Di kampung ini, puncak perayaan Idulfitri justru pada hari ke-7 Syawal. Pada 1 Syawal kampung terlihat sepi, karena masyarakat memilih bersilaturahmi ke kerabat jauh. Mereka justru puasa Syawal dari hari ke-2 hingga ke-6, dan merayakan Riyoyo Kupatan dengan lebih meriah pada hari ke-7.

Kupatan Sebagai Daya Tarik Simbolik dan Kultural

Melalui lensa symbolic attraction, Riyoyo Kupatan bukan sekadar tradisi musiman, melainkan simbol kultural yang mempersatukan masyarakat dalam nilai spiritual dan sosial. Ketupat menjadi daya tarik emosional yang mengikat generasi, lintas wilayah, dan kelas sosial. Ia menyentuh ruang batin masyarakat lewat simbolisme yang kaya, sekaligus merekatkan kohesi sosial dalam balutan budaya.

Penutup

Riyoyo Kupatan adalah warisan budaya yang hidup dan terus berkembang. Di tengah modernitas, tradisi ini mengajarkan pentingnya merayakan keberagaman dalam kebersamaan. Melalui simbol ketupat, Islam Nusantara menunjukkan wajah damai, inklusif, dan akrab dengan budaya lokal—sebuah pelajaran penting tentang bagaimana nilai-nilai agama bisa diterima luas melalui pendekatan yang humanis dan membumi. (*)

Penulis : Isa Wahyudi (Ki Demang) merupakan Penggagas Kampung Budaya Polowijen (KBP) di kota Malang, sekaligus Mahasiswa Doktor Psikologi Budaya UMM

  • Penulis: Agus Yuwono

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) menggelar Halal Bihalal tahun 2023

    Alumni Lintas Generasi Universitas Brawijaya Hadiri Halal Bihalal IKA UB

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 291
    • 0Komentar

    ADADIMALANG Jakarta – Masih di momen Syawal setelah Hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) menyelenggarakan halal bihalal hari Minggu kemarin (14/05/2023). Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Senayan Jakarta ini digelar oleh Pengurus Pusat IKA UB dan didukung tim pelaksana IKA UB DKI Jakarta yang dihadiri lebih […]

  • Kepala badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Dr Handi Priyanto (Foto : Agus Yuwono)

    Pemkot Malang Akan Lakukan Penyesuaian NJOP PBB Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 27 Des 2022
    • account_circle redaksi
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Penyesuaian tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan penerimaan pajak dari sektor BPHTB. ADADIMALANG – Sesuai dengan Pasal 40 ayat (6) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah dan Pasal 6 ayat (2) Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan, Pemerintah Kota […]

  • Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang usai menandatangani MoU bersama siang tadi (Foto : Agus Yuwono)

    Perkuat Literasi HAM Di Kalangan Mahasiswa,Kementerian HAM Tandatangani MoU Kerjasama Dengan UIN Maliki Malang

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Upaya memperdalam pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan akademis mendapatkan dorongan signifikan dari Kementerian Hak Asasi Manusia RI yang secara resmi menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam sebuah kesepakatan kerja sama strategis. Kerjsama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilangsungkan di Home […]

  • Dandim 0833 Kota Malang Hadiri Acara Penyerahan Hadiah Lomba Kreativitas Warga dan Kampung Tema Physical Distancing

    Dandim 0833 Kota Malang Hadiri Acara Penyerahan Hadiah Lomba Kreativitas Warga dan Kampung Tema Physical Distancing

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 378
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson bersama Kapolresta Malang Kota KBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menghadiri Acara Penyerahan Hadiah Lomba Kreativitas Warga dan Kampung tema Physical Distancing siang hari tadi, Rabu (29/04/2020). Kreativitas warga dan kampung tema physical distancing di Malang […]

  • Patroli Gabungan Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pengguna Jalan

    Patroli Gabungan Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pengguna Jalan

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2020
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Termasuk tetap membuat marka jalan physical distancing. ADADIMALANG – Usai mengikuti rapat evaluasi yang dilaksanakan di kantor Bakorwil III Malang bersama Gubernur Jawa Timur sore hari kemarin (18/07/2020), personel TNI Polri dan jajaran Pemkot Malang semakin gencarkan pelaksanaan operasi gabungan. Kali ini operasi gabungan tidak menyasar cafe atau resto dan tempat berkumpulnya massa, melainkan langsung […]

  • Relawan Malang, Jade dan HIPMI IOF Serahkan Bantuan Kepada Kodim 0833 Kota Malang

    Relawan Malang, Jade dan HIPMI IOF Serahkan Bantuan Kepada Kodim 0833 Kota Malang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Sebagai wujud dukungan dan peran serta masyarakat serta lembaga yang ada, Kodim 0833 kota Malang terus menerima bantuan berpa Alat Pelindung Diri (APD) dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari penyerahan bantuan APD dari Relawan Malang , Jade dan HIPMI IOF yang diserahkan langsung kepada Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy […]

expand_less