Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dalam rangka mengenal,mencegah dan juga menangani burnout yang terjadi pada Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA/SMK, Program Studi (prodi) Psikologi Universitas Gajayana (Uniga) Malang melaksanakan seminar Guru BK pagi tadi, Sabtu (03/05/2025).

Kegiatan seminar yang diikuti sekitar 100 orang guru BK SMA/SMK sewilayah kabupaten Malang ini Mengambil tema ‘Menyembuhkan Diri Untuk.Menyembuhkan Siswa : Mengatasi Burnout Guru BK”, dengan menghadirkan dua orang narasumber Dewi Suryaningtyas, M.Psi., Psikolog dan Yafi Ahmad, M.Psi., Psikolog.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor II Universitas Gajayana Malang, Djuni Farhan, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan kegiatan seminar guru SMA dan SMK baik di kota maupun kabupaten Malang ini rutin diselenggarakan oleh Universitas Gajayana Malang.

Wakil Rektor II Universitas Gajayana Malang, Djuni Farhan, SE., M.Si., saat menyampaikan sambutannya (Foto : Agus Yuwono)
Wakil Rektor II Universitas Gajayana Malang, Djuni Farhan, SE., M.Si., saat menyampaikan sambutannya (Foto : Agus Yuwono)

“Tentunya dengan pelaksanaan seminar ini harapannya   akan dapat menambah wawasan kita semua, dengan menghadirkan dua orang narasumber yang berkompeten maka bapak ibu guru BK yang hadir pagi ini dapat sharing terkait persoalan yang dihadapinya,” ungkap Djuni Farhan.

Tema Burnout sengaja dipilih menjadi tema seminar kali ini mengingat dari hasil penelitian ternyata diketahui ada 73 persen guru SMA/SMK di Indonesia ternyata mengalami burnout.

“Materi yang kita sampaikan untuk hari ini memang materi terkait burnout yang pasti ada atau dialami oleh para guru SMA/SMK di kabupaten Malang dimana dari adanya burnout tersebut maka terjadi kelelahan fisik yang tentunya akan dapat mengganggu aktivitasnya termasuk aktivitas mengajar. Nanti kita akan memberikantips dan trick bagaimana guru-guru bisa maksimal untuk melakukan tugasnya di sekolah dan memberikan dedikasi kepada murid-muridnya,” jelas Yafi Ahmad, M.Psi., Psikolog yang merupakan salah satu narasumber seminar.

Terkait dengan burnout, Yafi menyampaikan beberapa gejala yang menjadi tanda-tandanya yang muncul secara fisik seperti merasa capek, cepat lelah, terus kemudian dia tidak ada gairah untuk melanjutkan aktivitas, kehilangan motivasi.

“Jika sudah seperti itu, maka bapak ibu guru harus segera mendapatkan penanganan yang lebih serius lagi,” tukas Yafi.

Ditemui di lokasi yang sama, psikolog perusahaan Hotel Golden Tulip kota Batu yang juga menjadi narasumber seminar yakni Dewi Suryaningtyas, M.Psi., Psikolog menjelaskan sebagai seorang pendidik di SMA/SMK, maka guru BK harus disembuhkan terlebih dahulu dari kondisi burnout sebelum mereka menyembuhkan siswa sebagaimana tugas mereka sebagai Guru BK.

Psikolog perusahaan dari Hotel Golden Tulip kota Batu, Dewi Suryaningtyas, M.Psi., Psikolog saat menyampaikan paparan materinya (Foto : Agus Yuwono)
Psikolog perusahaan dari Hotel Golden Tulip kota Batu, Dewi Suryaningtyas, M.Psi., Psikolog saat menyampaikan paparan materinya (Foto : Agus Yuwono)

“Burnout ini sendiri biasanya tidak terlalu nampak karena biasanya akan berdampingan dengan depresi, kecemasan, dan lain sebagainya. Jika burnout tidak segera teratasi dapat berakibat stres dan berkepanjangan yang dapat berdampak ke depresi, kecemasan, dan gangguan psikologis lainnya,” ungkap perempuan yang akrab disapa Tyas ini.

Pemahaman burnout ini disampaikan kepada para guru BK SMA/SMK ini menurut Tyas sangatlah penting mengingat saat ini dengan perkembangan teknologi yang pesat muncul media sosial yang banyak dipergunakan generasi saat ini yang dapat menimbulkan tekanan tersendiri untuk para guru.

“Jadi apapun dituangkan di media sosial oleh generasi muda saat ini, sehingga ini juga menjadi tekanan tersendiri bagi para guru yang juga dapat memicu terjadinya burnout kepada para guru. Oleh karena itu mereka perlu mengenal, mencegah dan juga mengatasi jika telah mengalami burnout,” pungkas Tyas.

Uniga Merasa Perlu Terlibat Dalam Memfasilitasi Para Guru BK Agar Tidak Mengalami Burnout

Ditemui di lokasi yang sama, Kaprodi Psikologi Universitas Gajayana Malang Moersito Wimbo, S.Psi., M.A.,  menyampaikanseminar kali ini sebenarnya hampir sama dengan seminar sebelumnya yang digelar Uniga Malang untuk para Guru BK seKota Malang. Hanya saja tema seminar kali ini berbeda dengan seminar sebelumnya, karena persoalan yang dihadapi guru di kabupaten Malang juga berbeda.

“Uniga Malang memfasilitasi apa yang menjadi keluhan-keluhan para Guru BK terkait permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi dengan para siswanya. Oleh karena itu dari perspektif keilmuan psikologi kita mencoba untuk membantu, memberikan pengetahuan lebih untuk para guru BK. Dimana burnout juga menjadi salahsatu keluhan para guru-guru,” ungkap pria yang akrab disapa Wimbo ini.

Melalui pelaksanaan seminar dari Program Studi Psikologi Universitas Gajayana Malang ini, Wimbo berharap para guru BK seKabupaten Malang dapat memperoleh pencerahan dan memiliki kemampuan lebih untuk menangani siswanya.

“Jadi kalau burnout itu memang bisa terjadi di mana-mana sih termasuk dapat terjadio pada Guru BK yang akan mengalami kelelahan secara psikologis. Mudah-mudahan dengan ini, banyak Guru BK yang curhat gitu ya kepada para narasumber untuk dapat mengatasi persoalan yang dihadapi termasuk kondisi burnout yang terjadi. Dengan telah teratasinya kondisi burnout tersebut, maka hari Senin mendatang mereka sudah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik lagi di sekolah,” pungkas Wimbo. (A.Y)