Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Jarak tak pernah menyurutkan langkah Regina Septi Wanti Bere. Mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur ini telah lama hidup berjauhan dari keluarganya di Papua. Namun kini, langkahnya semakin jauh — bukan lagi lintas pulau, tetapi lintas negara. Ia menjadi salah satu dari empat mahasiswi STIE Malangkuçeçwara yang lolos program internship ke Jepang.

Di Ruang Hub STIE Malangkuçeçwara, prosesi penyambutan dan pelepasan mahasiswa peserta internship digelar dengan penuh haru. Dipimpin oleh Ketua STIE Malangkuçeçwara, Drs. Bunyamin, MM., Ph.D., acara ini menjadi momen emosional, terlebih saat para mahasiswi berpamitan dengan keluarga mereka yang menyaksikan secara virtual.

Suasana Penerimaan dan Pelepasan mahasiswa STIE Malangkuçeçwara untuk mengikuti program international internship (magang internasional) ke Jepang (Foto : Agus Y)
Suasana Penerimaan dan Pelepasan mahasiswa STIE Malangkuçeçwara untuk mengikuti program international internship (magang internasional) ke Jepang (Foto : Agus Y)

Regina menyadari bahwa perpisahan kali ini bukan sekadar beda pulau, tapi beda negara. Jauh dari kampung halaman, dan lebih jauh lagi dari pelukan orang tuanya di Papua.

“Jadi saya sejak SMA itu sudah beda tempat tinggal dengan orang tua yang bekerja dan tinggal di Papua. Karena untuk pendidikan, akhirnya saya dan orang tua harus beda pulau. Saat saya kuliah di Malang di kampus STIE Malangkuçeçwara ini tetap beda pulau dengan jarak yang semakin jauh dari Papua,” ujar Regina.

Kini, dengan keberangkatan ke Jepang, ia resmi melangkah ke luar negeri demi menjemput impian dan memperluas wawasan.

“Kalau dari SMA sudah beda pulau, kemudian kuliah di STIE Malangkuçeçwara juga beda pulau dan semakin jauh. Sekarang saat ikut program internship, maka akan semakin jauh lagi. Karena sudah beda negara, orang tua di Papua Indonesia, dan saya di Jepang,” tuturnya lirih.

Keputusan Regina untuk mengikuti program magang internasional ini sempat membuat kedua orang tuanya khawatir. Tapi pengalaman hidup mandiri selama ini menjadi modal utama baginya untuk meyakinkan mereka.

“Awalnya itu sempat takut juga orang tua karena ini kan semakin jauh, tapi saya meyakinkan terus bahwa pengalaman beda pulau di NTT dan di kota Malang memberikannya pengalaman untuk bisa survive juga di Jepang yang akhirnya orang tua saya kemudian sedikit demi sedikit mereka mengizinkan,” jelas Regina, alumni SMA Katolik Surya Atemboa.

Internship ke Jepang ini menjadi bukti nyata bahwa kesempatan terbuka bagi siapa saja yang berani bermimpi dan bekerja keras. Regina berharap pengalamannya ini bisa menjadi batu loncatan untuk masa depan yang lebih cerah dan juga membanggakan keluarganya di kampung halaman.

Bersama tiga rekannya dari STIE Malangkuçeçwara, Regina akan menjalani program magang di Jepang yang bertujuan untuk memperkuat keterampilan kerja, memperdalam kemampuan bahasa Jepang, dan menambah wawasan budaya serta profesionalisme global.

STIE Malangkuçeçwara melalui kerja sama internasional ini menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di dunia kerja global. Kampus berharap program seperti ini bisa terus berlanjut dan membuka peluang bagi lebih banyak mahasiswa di masa depan. (A.Y)