Labuan Bajo, NTT | ADADIMALANG.COM – Susana Florika Marianti Kandaimu, Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) periode 2024-2026 hadir di Labuan Bajo.

Kedatangannya kali ini tidak hanya sebagai pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) Katolik, melainkan juga sebagai pembicara utama seminar nasional yang diinisiasi oleh lima organisasi Katolik terkemuka.

Lima organisasi tersebut adalah Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Pemuda Katolik, Perhimpunan Alumni Taruna Taruni Katolik Republik Indonesia (PATRIA), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), dan PMKRI Cabang Labuan Bajo.

Dalam kesempatan tersebut, Susana Florika Marianti Kandaimu memaparkan pandangannya mengenai “Peluang dan Tantangan Kader Katolik Menuju Indonesia Emas 2045”. Ia menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 adalah visi besar bangsa, sebuah cita-cita untuk mencapai kemerdekaan seutuhnya pada usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

Menurut Susan, visi tersebut menuntut keterlibatan aktif dari seluruh komponen bangsa, termasuk kader Katolik yang punya peran strategis dalam pembangunan nasional. Sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia yang majemuk, umat Katolik memiliki kontribusi penting dalam mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bermartabat.

Susan menekankan, organisasi kemasyarakatan (ormas) Katolik perlu merumuskan strategi matang untuk mengasah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menyongsong Indonesia Emas 2045. Ini mencakup peningkatan kurikulum pendidikan Katolik yang berkesinambungan, penguatan kompetensi dan literasi digital bagi para kader, konsolidasi organisasi, membangun jaringan, serta memperkuat sistem informasi yang terintegrasi, seperti platform berbagi pengetahuan dan praktik terbaik.

“Kader Katolik Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, peluang yang ada jauh lebih besar untuk dimanfaatkan. Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan untuk berkolaborasi, berinovasi, dan tetap konsisten dengan nilai-nilai universal yang dianut,” ujar Susan.

Ia melanjutkan, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian, melainkan panggilan moral bagi setiap warga negara, termasuk kader Katolik, untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Dengan persiapan yang matang, strategi yang tepat, dan kolaborasi yang solid, kader Katolik diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.

“Masa depan Indonesia ada di tangan kita bersama, dan setiap kontribusi sekecil apapun, memiliki makna yang besar untuk generasi mendatang,” ungkapnya penuh semangat.

Oleh karena itu, Susan mengajak para kader muda Katolik untuk terlibat aktif menjadi subjek pembangunan pariwisata. Mereka didorong untuk menjadi pelaku usaha pariwisata, pemandu wisata lokal, pengelola penginapan (homestay), hingga penyelam.

Tak hanya itu, Susan juga mendorong pendirian Balai Bahasa bersertifikat di Labuan Bajo dimana fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan kemampuan bahasa asing baik untuk sektor pariwisata maupun umum, demi mendukung kemajuan pariwisata di Labuan Bajo.

Di akhir acara, Ketua PP PMKRI menyampaikan apresiasi khusus kepada Bernadus Barat Daya yang nerupakan Ketua Panitia Seminar yang merupakan alumni PMKRI.

Seminar berjalan lancar, turut dihadiri oleh pemimpin daerah seperti Bupati dan Sekda Manggarai Barat, serta menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga penting negara. (Red)