Dilaksanakan di desa Banjarejo Ngantang selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Kab. Malang, ADADIMALANG.COM – Dengan tujuan memberikan manfaat yang berdampak langsung ke masyarakat desa, lebih dari 75 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) menggelar kegiatan Pijar Desa ke empat di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Berlangsung selama tiga hari, program Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FEB UM ini berfokus pada pemberdayaan warga Dusun Turus dan Selobrojo melalui berbagai kegiatan lintas bidang.

Ditemui di Balai Dusun Turus, I Made Pandu Atmajaya selaku Ketua Umum BEM FEB UM 2025 menyampaikan apresiasinya atas kelancaran dan tingginya animo masyarakat terhadap Pijar Desa tahun ini.

“Pijar Desa ini merupakan salah satu program kerja BEM FEB UM yang dirancang untuk mengimplementasikan keilmuan mahasiswa melalui pengabdian langsung demi memberikan manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat,” jelas Pandu.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Pijar Desa telah menjadi program tahunan yang konsisten berjalan hingga tahun keempat di tahun 2025 ini.

Antusiasme warga terlihat jelas, bahkan ibu-ibu yang biasanya berangkat ke ladang di pagi hari turut menyempatkan diri datang mengikuti kegiatan, termasuk saat lokakarya Ecoprint.

“Warga khususnya ibu-ibu, sangat puas karena mereka juga mendapatkan hasil nyata dari kegiatan eco print yang telah diikutinya,” imbuh Pandu.

Sementara itu Ketua Pelaksana Pijar Desa 2025, Fawwaz Akbar Mulki menguraikan bahwa kegiatan Pijar Desa dengan tema Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang ini merujuk pada poin kedua dan keempat Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.

“Rangkaian Pijar Desa diawali dengan upacara pembukaan di Balai Desa Banjarejo yang dihadiri oleh perangkat desa, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pengelolaan limbah dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos. Program menarik lainnya adalah lokakarya Ecoprint yang melibatkan 25 ibu PKK dari Dusun Turus dan Selobrojo, sementara kegiatan Pasar Raya juga digelar dua sesi untuk menjual baju layak pakai dengan harga terjangkau muli dari Rp5.000 hingga Rp50.000, yang diminati banyak warga,” jelas Akbar Mulki.

Kegiatan lain seperti kerja bakti dan program pendidikan di SDN 3 Banjarejo, serta malam keakraban menjadi pengisi acara puncak. Termasuk sosialisasi di bidang kesehatan dan pemberian 25 paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

Pelaksanaan kegiatan Pijar Desa oleh BEM FEB UM ditegaskan bagian dari Program Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM)

Hal tersebut disampaikan Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA., Ak., CSRS., selaku Wakil Dekan I FEB UM yang juga hadir langsung di lokasi kegiatan pagi tadi, Minggu (22/06/2025).

“Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kecerdasan akademik di bidang keilmuan mereka, tetapi juga kemampuan soft skill seperti public speaking dan kemampuan bermasyarakat melalui berbagai kegiatan dalam Pijar Desa ini,” terang Dr. Satia Nur Maharani yang dibantu pula oleh saya Setya Ayu Rahmawati SE MSA., sebagai Anggota Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Akuntansi FEB UM.

Menurutnya, melalui Pijar Desa, mahasiswa pengurus dan anggota BEM FEB UM dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan di kampus.

“Selain itu, para mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman yang mungkin tidak mereka peroleh di kampus atau kehidupan sehari-harinya. Melalui Pijar Desa, mahasiswa dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat di desa,” ujarnya.

Dr. Satia percaya bahwa untuk mencapai kecerdasan intelektual, mental, spiritual, keutuhan berpikir, kebijaksanaan, dan kebajikan, salah satu proses belajarnya adalah dengan langsung masuk dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial semata, tetapi juga relevan dengan keilmuan ekonomi, dan bahkan melibatkan kolaborasi dengan lembaga eksternal seperti Yayasan Kanker Indonesia untuk sosialisasi kesehatan dan juga lembaga pemerintahan. (A.Y)