Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sistem smart gate yang dipasang di Universitas Negeri Malang (UM) belum sepenuhnya dioperasikan secara resmi, namun manfaatnya mulai terasa. Meski masa uji coba baru dimulai pada hari Kamis (24/07/2025) kemarin, sistem keamanan ini sudah berkontribusi dalam pengamanan kampus dengan menggagalkan beberapa aksi pencurian.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor II UM, Prof. Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA, MA., yang mengungkapkan bahwa meskipun belum diujicobakan secara penuh namun petugas keamanan UM berhasil mengidentifikasi dan menindak pelaku pencurian berkat bantuan teknologi smart gate yang memantau setiap kendaraan keluar-masuk kampus.

“Jadi setelah kita pasang alat smart gate itu semua nomor polisi (nopol) yang keluar masuk itu sudah terdata by sistem. Dan berdasarkan pemantauan petugas keamanan akhirnya diketahui terjadi setidaknya tiga kali aksi pencurian helm, dan nomor polisi mereka itu sudah terdata dan ada yang berhasil kita amankan. Jadi ada yang sudah kita serahkan ke polisi,” jelas Prof. Puji.

Ia menegaskan, kejadian tersebut menunjukkan bahwa penerapan smart gate bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya nyata meningkatkan keamanan di lingkungan kampus.

“Dengan kejadian tersebut ini menunjukkan berarti memang tujuan awal kita untuk mengantisipasi terjadinya aksi pencurian di dalam kampus UM ini sudah benar,” tambahnya.

Smart gate ini nantinya akan terpasang di 20 titik akses utama keluar dan masuk kampus. Sistem ini tidak serta merta diterapkan tanpa kajian. Menurut Prof. Puji, pihak Universitas Negeri Malang telah melakukan riset hingga studi banding ke berbagai institusi sebelum memutuskan implementasinya.

Teknologi yang digunakan memungkinkan kendaraan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang nomor kendaraannya sudah terdaftar untuk masuk secara otomatis. Selain itu, akses juga bisa dilakukan melalui Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Pegawai cetakan terbaru.

Bagi masyarakat umum yang tidak terdaftar dalam sistem, UM tetap menyediakan opsi masuk dan keluar dengan tarif khusus.

“Sementara itu untuk masyarakat yang nopolnya tidak terdata dan tidak memiliki KTM atau Kartu Pegawai tetap dapat keluar masuk dengan membayar biaya sebesar Rp.3.000,- untuk sepeda motor dan Rp.5.000,- untuk mobil,” terang Prof. Puji.

Menanggapi kekhawatiran dari pengemudi ojek online, Prof. Puji memastikan bahwa kendaraan yang hanya berhenti dalam waktu 10 hingga 15 menit tidak akan dikenakan biaya apapun. Hal ini untuk memastikan kenyamanan semua pihak yang berkegiatan di sekitar kampus.Dengan smart gate ini, UM berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib, sekaligus memperkuat sistem keamanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap tantangan masa kini. (A.Y)