Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Kampus STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang kembali menyambut mahasiswa baru dengan kegiatan Pengenalan Soft Skill Mahasiswa (PSSM). Kegiatan tahunan kali ini diikuti sekitar 400 mahasiswa baru dan dikemas bukan hanya sebagai acara penyambutan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter.
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman, Ak., MM., CA., menegaskan bahwa PSSM dirancang untuk menanamkan filosofi Parivartana Arthanaya, yaitu transformasi nilai-nilai ekonomi menuju kebijaksanaan.
“PSSM ini memang dirancang untuk menanamkan filosofi Parivartana Arthanaya. Konsep ini diharapkan menjadi bekal utama mahasiswa sejak awal mereka menempuh pendidikan tinggi,” ungkap Kadarusman.

Dengan memahami filosofi ini, mahasiswa diharapkan mampu bersikap bijak dalam mengelola ekonomi, berpikir objektif, menyusun perencanaan, melaksanakan dengan disiplin, serta mengevaluasi setiap hasil kerja.
“Filosofi Parivartana Arthanaya ini tidak hanya berlaku untuk diri sendiri, tetapi juga untuk organisasi dan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Kadarusman, filosofi tersebut bukan sekadar gagasan akademis, melainkan identitas yang ingin melekat pada setiap lulusan STIE Malangkuçeçwara.
“Harapan kami, mahasiswa bisa menginternalisasi filosofi ini. Sehingga, ketika mereka kembali ke masyarakat, ilmu ekonomi yang dipelajari tidak hanya memberi manfaat bagi diri sendiri, tapi juga menjadi solusi bagi lingkungannya,” tambahnya.
Salah satu ciri khas PSSM adalah tradisi penanaman pohon anggrek di lingkungan kampus. Tradisi yang dimulai sejak 2017 ini sempat terhenti akibat pandemi, dan kembali dilaksanakan tahun ini.
Setiap tiga mahasiswa baru diwajibkan menanam satu anggrek. Tahun ini, terkumpul sekitar 170 tanaman baru yang juga melibatkan dosen dan karyawan. Anggrek tersebut ditanam di area hijau kampus, baik di halaman depan maupun di area belakang, sehingga memperindah suasana belajar.
“Dari awal mereka datang, kami ingin mahasiswa terbiasa menjaga lingkungan. Kalau sudah menanam sendiri, mereka akan merasa ikut memiliki dan lebih peduli. Harapannya, kebiasaan ini terbawa hingga mereka lulus,” kata Kadarusman.
Sebelumnya, kampus juga memperkenalkan tradisi serupa, seperti memelihara ikan di kolam kampus. Semua itu dilakukan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab mahasiswa terhadap ruang hidupnya.
Melalui filosofi Parivartana Arthanaya dan tradisi berwawasan lingkungan, STIE Malangkuçeçwara berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang ekonomi dan finansial, tetapi juga membawa nilai kebijaksanaan serta kepedulian sosial.
Istimewanya penanaman Anggrek di momen PSSM kali ini juga dihadiri oleh Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., beserta jajarannya. (Red)
