Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Julukan Malang Kota Bunga (Makobu), yang sudah jarang terdengar, kini kembali digaungkan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara atau yang dulu dikenal dengan sebutan kampus ABM Malang ini menginisiasi gerakan penanaman Anggrek sebagai bagian dari Pengenalan Soft Skill Mahasiswa (PSSM) bagi mahasiswa barunya.

Aksi penanaman Anggrek kali ini dilaksanakan di areal kampus pagi tadi (15/09) yang tidak hanya menjadi tradisi kampus, tetapi juga mendapat dukungan dan apresiasi langsung dari Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., yang hadir langsung bersama jajarannya, termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kehadiran Wali Kota yang akrab disapa Pak Mbois ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam mengembalikan identitas Malang sebagai “Makobu”.

Wali Kota Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap inisiatif mahasiswa ABM. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa ABM untuk mengembalikan identitas Kota Malang sebagai Malang Kota Bunga,” kata Wahyu.

Pak Mbois menambahkan, pemilihan Anggrek sebagai tanaman yang wajib ditanam oleh mahasiswa baru memiliki makna mendalam.

“Ini bukan bunga murah, tapi semangatnya luar biasa karena mendukung Malang sebagai kota yang berwarna dengan ruang terbuka hijau yang terawat,” tegasnya.

Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat berkeliling menikmati suasana di kampus STIE Malangkuçeçwara yang dikenal sebagai Kampus Hijau (Foto : Agus Yuwono)
Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat berkeliling menikmati suasana di kampus STIE Malangkuçeçwara yang dikenal sebagai Kampus Hijau (Foto : Agus Yuwono)

Sebagai seorang Insinyur Planologi, Pak Mbois juga menyoroti tata ruang kampus ABM yang dianggapnya ideal. Menurutnya, komposisi seimbang antara bangunan dan ruang terbuka hijau menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

“Saat ini Pemkot Malang tengah mendorong pemanfaatan ruang terbuka tidak hanya sebagai area hijau, tetapi juga ruang interaksi masyarakat. Kami ingin mengembalikan identitas Malang sebagai Kota Bunga. Dengan sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, kita bisa menjadikan kota ini semakin aman, nyaman, dan indah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III bidang kemahasiswaan STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman, Ak., M.M., CA, menjelaskan bahwa komitmen kampus sebagai “green campus” bukan sekadar wacana.

“ABM hadir sebagai bagian dari paru-paru Kota Malang. Penanaman anggrek ini bukan hanya seremoni, tetapi bentuk nyata kontribusi mahasiswa baru dalam menjaga lingkungan dan menanam harapan,” jelas Kadarusman.

Pria ramah ini juga mengungkapkan alasan khusus di balik pemilihan anggrek. Selain sebagai simbol keindahan yang lahir dari kesabaran dan keseimbangan, anggrek juga memiliki potensi ekonomi.

“Anggrek juga memiliki potensi ekonomi yang bisa mendukung pelaku UMKM lokal. Bahkan, mahasiswa baru ikut berbelanja bunga dari pedagang bunga di Pasar Kembang Splendit sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi,” pungkas Kadarusman.

Melalui langkah kecil ini, STIE Malangkuçeçwara berharap dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain untuk bersama-sama berperan aktif dalam melestarikan lingkungan, sekaligus menguatkan identitas Kota Malang sebagai kota pendidikan dan juga kota bunga. (A.Y)