Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Perkembangan teknologi yang kian pesat menuntut para profesional, untuk terus beradaptasi dan mengasah kemampuan, tak terkecuali para akuntan. Dalam menyikapi isu strategis di bidang akuntansi, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur secara tegas mendorong seluruh akuntan untuk meningkatkan kompetensi, terutama dalam menguasai analisis data.

​Dorongan ini mengemuka dalam kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) tahun 2025 yang diadakan oleh IAI Wilayah Jawa Timur ini dilaksanakan  di kampus Universitas Negeri Malang (UM) pada pagi tadi, Rabu (15/10/2025).

​Mengangkat tema krusial ‘Data Driven Organization And Strategic Performance Management Systems’, kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Universitas Airlangga yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua 3 Penasihat IAI Wilayah Jawa Timur, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., AK., CA.

​Di tengah berlangsungnya acara, Prof. Basuki, M.COM(HONS)., PH.D., AK., CMA., CA., ASEAN., CPA., selaku Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, menyoroti pentingnya keahlian membaca dan memaknai data sebagai keterampilan fundamental bagi akuntan di era modern.

​Menurutnya, data merupakan jantung dari setiap keputusan strategis yang diambil dalam dunia profesional. “Dalam pengambilan keputusan strategis pasti membutuhkan data. Dan data itu harus dimaknai. Kadang-kadang data yang sama, kalau dilihat oleh dua orang dengan perspektif berbeda bisa menghasilkan keputusan yang berbeda pula,” jelas Prof. Basuki.

​Oleh karena itu, keputusan yang berbasis data (data driven) harus didukung oleh analisis yang kuat, baik secara statistik maupun metode analitik lainnya. Kegiatan PPL ini, sambungnya, adalah bagian dari komitmen IAI untuk memastikan para akuntan tetap relevan di tengah derasnya arus perubahan dunia digital saat ini.

​​Selain fokus pada teknologi dan data, Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., yang turut hadir menekankan peran historis akuntansi sebagai pilar penting dalam perkembangan peradaban modern.

​Ia menyebutkan, akuntansi memiliki kontribusi signifikan dalam mentransisikan sistem pertanggungjawaban publik dari yang sebelumnya bersifat feodal menjadi demokratis.

​“Akuntansi bukan ilmu baru, tetapi sangat menentukan transisi kehidupan dari masyarakat yang feodal kepada masyarakat yang demokratis. Dulu pertanggungjawaban dilakukan kepada penguasa, atau bahkan kepada Tuhan tanpa perlu laporan tertulis. Tetapi dalam masyarakat demokratis, akuntansi menjadi indikator penting pertanggungjawaban seseorang yang mendapat amanah kepada publik,” imbuh Rektor UM tersebut.

​Transparansi dan akuntabilitas yang dibangun melalui sistem akuntansi, kata Prof. Hariyono, adalah fondasi utama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan dan lembaga publik yang bersih. Ia juga berharap PPL IAI dapat melibatkan lintas disiplin ilmu, mulai dari manajemen, hukum, psikologi, hingga politik, agar akuntansi berkembang menjadi ilmu yang lebih inklusif dan berdaya guna tinggi.

​Antusiasme terhadap kegiatan free PPL yang dilaksanakan oleh para pengurus IAI Komisariat Malang Raya  ini tampak sangat tinggi. Prof. Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA., CMA., selaku Ketua IAI Komisariat Malang Raya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid.

​“Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dimana untuk peserta yang mengikutinya secara langsung di kampus UM sebanyak 110 orang dan yang mengikuti secara daring sekitar 170 peserta dari berbagai kampus mitra di seluruh Indonesia,” ungkap Prof. Puji yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II Universitas Negeri Malang (UM).

​Tingginya partisipasi ini, menurutnya, menjadi indikator nyata semangat para akuntan dan akademisi untuk terus meningkatkan kompetensi dan daya saing di tengah tantangan era digital. (A.Y)