Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Di tengah dinamisnya aktivitas keuangan dan tingginya tingkat penyaluran kredit di Malang Raya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menyerukan agar masyarakat melakukan ‘Evolusi Finansial’ (Financial Evolution). Seruan ini disampaikan di puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan yang digelar di Balaikota Malang pagi tadi, Minggu (25/10/2025).

​Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menjelaskan bahwa evolusi ini penting guna mewujudkan masyarakat yang bijak dalam bertransaksi keuangan, sekaligus sebagai langkah menuju kemandirian finansial.

​”Evolusi finansial ini sesuai dengan kondisi perekonomian di Malang Raya di mana tingkat penyaluran kredit serta kondisi transaksi keuangan hampir di angka 10 persen. Angka ini lebih tinggi dari nasional di kisaran 7,6 persen,” ungkap Farid saat berpidato di acara puncak tersebut.

​Namun, di balik tingginya geliat ekonomi tersebut, Farid menyoroti fakta lain yang perlu diwaspadai: tingginya angka aduan penipuan. Kondisi ini membuat upaya edukasi dan literasi keuangan menjadi sangat mendesak dan relevan untuk wilayah Malang Raya.

​Tingginya potensi penipuan, terutama dengan modus investasi, salah satunya dipicu oleh aktivitas finansial yang sangat dinamis.

​”Oleh karena itu sepanjang 2025 kami dari OJK terus melaksanakan sosialisasi dan edukasi keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat agar paham tentang aktivitas keuangan yang baik, dan mengantisipasi jenis-jenis penipuan dengan modus investasi dan lain sebagainya,” jelas Farid.

​Untuk memperkuat seruan ini, OJK Malang tidak hanya menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi di momen puncak Bulan Inklusi Keuangan. Acara dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari fun walk, Pasar Rakyat UMKM, Edu Fin Challenge, promo produk keuangan, financial expired, fun zumba, hingga penampilan bintang tamu Adrian Khalif.

Terkait dengan kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan yang digelar oleh OJK Malang tersebut, ​Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., menyampaikan apresiasi atas upaya edukasi dan literasi keuangan kepada warganya. Ia menekankan bahwa evolusi finansial tidak sekadar perubahan pada sistem dan produk keuangan secara fisik.

​”Evolusi bukan sekadar perubahan sistem dan produk. Keuangan secara fisik semata, melainkan juga pada pola pikir masyarakat. Masyarakat harus paham terhadap. Produk keuangan yang legal dan sehat,” tegas Wahyu Hidayat yang juga akrab disapa Pak Mbois ini.

​Menurutnya, kasus penipuan yang merugikan masyarakat masih sering ditemui. “Oleh karena itu masyarakat harus terus diedukasi agar tidak ada yang menjadi korban penipuan,” tutupnya.

​Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu teliti dan kritis terhadap segala bentuk tawaran investasi atau transaksi keuangan agar terhindar dari potensi kerugian. (Red)