Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Pembukaan Festival Mbois ke-10 (FMX) pada Kamis kemarin tak hanya menghadirkan berbagai penampilan dan pameran karya kreatif, tapi juga menjadi momentum bersejarah bagi industri kreatif di Kota Malang.
Di momen tersebut, Malang Creative Fusion (MCF) yang merupakan insiator dan motivator industri kreatif di Malang Raya secara resmi meluncurkan buku 1 Dekade Perjalanan MCF yang merangkum perjalanan komunitas kreatif ini dari masa awal berdiskusi di warung kopi hingga menjadi motor penggerak lahirnya gedung Malang Creative Center (MCC) dan berbagai inisiatif besar ekraf lainnya.
Salah satu Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang, menegaskan bahwa buku tersebut bukan hanya dokumentasi, tetapi cerminan cinta terhadap Kota Malang.
“Semuanya berawal dari warung kopi untuk membahas berbagai hal dan kemudian mampu mewujudkan banyak hal. Saya pikir semua persoalan di kota Malang ini dapat dikomunikasikan dan diselesaikan di warung kopi,” ungkap Dadik dalam sambutann.
Ia menjelaskan, buku ini yaditulis bertiga dalam waktu yang sangat singkat, namun tetap memuat rangkaian perjalanan panjang MCF membangun ekosistem ekonomi kreatif di Malang.
Dadik juga menyoroti bahwa selama perjalanan satu dekade, banyak hal di kota Malang yang harus dipercepat melalui kolaborasi lintas komunitas.
“Dalam perjalanannya ternyata banyak sekali hal-hal di kota Malang ini yang perlu kita akselerasi. Bagaimana kita berjumpa dengan kawan-kawan lain dan bagaimana Malang Creative Fusion itu menandai connecting dengan kawan-kawan akan menjadi akselerasinya dan kita rubah menjadi sebuah aksi kolaborasi untuk mampu mewujudkan banyak hal di kota Malang ini,” ungkap Dadik kepada awak media.
Ia menambahkan, salah satu manifestasi kolaborasi tersebut adalah pelaksanaan Festival Mbois yang dinilai mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Dan kini Festival Mbois yang dilaksanakan setiap tahun ini mampu kembali dilaksanakan untuk ke-10 kalinya.
“Di dalam buku ini juga bercerita tentang prinsip-prinsip Malang Creative Fusion membersamai kota Malang tercinta untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ujar Dadik yang menulis buku bersama Vicky Arief dan Amar Alpabet.
Peluncuran buku 1 Dekade Perjalanan MCF yang diterbitkan MNC Publisher ini ditandai dengan penyerahan resmi kepada Kepala Diskopindag Kota Malang, CEO Regional BNI Kanwil 18, serta sejumlah tamu undangan lainnya yang hadir dalam pembukaan Festival Mbois ke-10 (FMX).
Buku ini diharapkan menjadi rekam sejarah sekaligus inspirasi bagi komunitas kreatif lainnya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. (A.Y)
