Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pelaksanaan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Malang Raya resmi digelar dengan rangkaian kegiatan yang tersebar di tiga wilayah, yaitu Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.
Agenda besar insan ekonomi kreatif ini dimulai pada 6–7 November di Kota Batu, kemudian berlanjut di Kota Malang pada 8 November, dan ditutup di Kabupaten Malang, tepatnya di Boon Pring, KEK Singhasari, serta Candi Kidal, Tumpang.
Puncak kegiatan di Kota Malang berlangsung di Malang Creative Center (MCC), gedung ikonik yang kini menjadi pusat pergerakan ekonomi kreatif di daerah ini. Acara tersebut dihadiri lebih dari 300 perwakilan kota kreatif anggota Indonesia Creative Cities Network (ICCN), serta sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri, Wakil Menteri, hingga Utusan Presiden.
Salah satu tokoh yang hadir adalah Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan RI, yang secara khusus mengapresiasi kiprah MCC sebagai model pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
“Yang pertama saya ingin mencoba untuk mengadaptasi mekanisme dan manajemen operasional MCC ini agar dapat dijalankan dan direplikasi di daerah-daerah lain. Yang kedua, yang membuat menarik sebenarnya adalah cerita tentang proses membangun MCC itu sendiri menjadi proses yang benar dengan sifatnya yang bottom up, inisiatif dari warganya, inisiatif dari komunitas kreatifnya untuk memiliki ruang bersama,” ujar Giring Ganesha.
Menanggapi hal tersebut, Vicky Arief, Koordinator Malang Creative Fusion (MCF) yang juga menjadi salah satu penggagas berdirinya MCC, menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman dan mereplikasi konsep MCC di berbagai daerah Indonesia sesuai harapan Wakil Menteri.
“Menurut saya, seharusnya creative centre di berbagai wilayah Indonesia dibangun atas dasar keinginan masyarakat atau komunitas — bersifat bottom up. Dengan begitu, kreativitas yang tumbuh akan sesuai dengan potensi lokal masing-masing. Sama-sama ekonomi kreatif, tetapi DNA kreatif di tiap daerah itu berbeda-beda,” tutur Vicky Arief.
Vicky menegaskan, keberhasilan MCC tak hanya terletak pada fasilitasnya, tetapi juga pada semangat kolaboratif yang tumbuh di antara pelaku kreatif, komunitas, dan pemerintah daerah. Pendekatan inilah yang membuat MCC menjadi contoh nyata bagaimana sebuah creative hub bisa menjadi katalis ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Dengan semangat replikasi dan adaptasi, harapan besar pun muncul agar konsep keberhasilan MCC dapat menginspirasi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan ekosistem kreatif yang kuat, relevan, dan berakar pada karakter lokal masing-masing. (A.Y)
