Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Pemandian Sumber Ringin di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, menjadi lokasi pelaksanaan desiminasi Program In Saintek oleh tim dosen Politeknik Negeri Malang  (POLINEMA). Program tersebut merupakan hibah dari Dirjen Minat Saintek Kemendikti Saintek yang berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Ditemui di lokasi kegiatan, Ketua Pusat Riset Smart Green Energy (SGE) POLINEMA, Ferdian Ronilaya, S.T., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa Program In Saintek memiliki misi besar untuk membumikan sains ke masyarakat. “Kebetulan Desa Wringinsongo ini adalah salah satu desa mitra binaan dari POLINEMA dan sudah bekerjasama dengan kami selama kurang lebih empat tahun lamanya,” ungkap Ferdian.

Menurut Ferdian, POLINEMA terus memberikan edukasi kepada masyarakat seputar energi terbarukan, mulai dari pemanfaatan energi matahari hingga energi air. Selain edukasi, POLINEMA juga menyalurkan bantuan peralatan pendukung pembelajaran energi terbarukan ke sekolah-sekolah seperti SMA Negeri Tumpang dan SMP Negeri 1 Tumpang.

“Untuk hari ini, kita memberikan bantuan berupa panel surya dalam bentuk PCU ke SDN 1 Wringinsongo dan SDN 2 Wringinsongo dengan harapan yang sudah kita lakukan akan memberikan dampak bermanfaat kepada masyarakat sehingga kampanye energi terbarukan dapat terlaksana dengan baik,” tambah Ferdian.

Kegiatan desiminasi yang diikuti para siswa SDN 1 dan SDN 2 Wringinsongo, pengunjung Pemandian Sumber Ringin, dan masyarakat umum ini semakin meriah karena dihadiri pula oleh Direktur POLINEMA Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., serta Tim Pakar Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Ditjen Saintek Kemdiktisaintek RI, Dr. Arif Hidayat, bersama sejumlah kepala desa dan Forkopimcam Tumpang.

Di sela kegiatan, Dr. Arif Hidayat menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan POLINEMA mendapatkan pendanaan Program In Saintek. “Selamat ya untuk POLINEMA karena telah berhasil mendapatkan dana hibah pelaksanaan program In Saintek. POLINEMA berhasil menjadi satu dari 14 perguruan tinggi yang lolos pendanaan, dari total seribu lebih proposal yang dikirim,” ungkap Arif Hidayat.

Arif mengaku bersyukur karena Program In Saintek yang dilaksanakan POLINEMA dinilai berdampak nyata bagi masyarakat dan dilakukan secara terbuka. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kuat pimpinan kampus.

“Yang kedua kami lihat dukungan yang nyata dari pimpinan, bahkan Direktur POLINEMA sendiri langsung turun tangan dan saya percaya di balik layar beliau sangat mendukung. Dan yang ketiga saya melihat ini kolaborasi yang kuat antara pihak perguruan tinggi yaitu POLINEMA dengan masyarakat, dan juga pendidik, serta anak-anak sekolah untuk mendiseminasikan keunggulan POLINEMA khususnya dalam hal sumber daya energi yang terbarukan,” ujar Arif Hidayat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur POLINEMA Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menegaskan bahwa tujuan pelaksanaan In Saintek di POLINEMA adalah untuk menghadirkan hasil riset dan penelitian agar dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Jadi tentunya bagaimana kita mencari apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, apa yang menjadi permasalahan problematik yang ada di masyarakat yang kemudian kita tarik menjadi satu hasil riset, hasil penelitian. Nah kemudian dari hasil riset ini kita usahakan untuk bisa terhilirisasi melalui berbagai macam mekanisme dan model yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat,” ungkap Supriatna.

Ia menyebut Program In Saintek menjadi peluang besar bagi Pusat Riset Smart Green Energy (SGE) POLINEMA untuk menghilirisasi dan mendiseminasikan hasil penelitian terkait energi baru terbarukan.

“Jadi dengan program In Saintek ini harapannya akan mampu membuat Desa Wringinsongo yang merupakan desa mitra POLINEMA ini akan mampu menjadi desa mandiri secara energi. Nah, salah satu yang juga terkait dengan beberapa karya atau produk inovasi adalah energi baru terbarukan,” pungkas Supriatna.

Kegiatan edukasi kepada siswa dan masyarakat berlangsung semakin meriah karena panitia menghadirkan aktivitas kreatif berupa permainan membuat mobil-mobilan tenaga surya. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap penerapan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. (A.Y)