Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Kerja sama antara Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) dan Desa Wringinsongo terus berlanjut melalui pelaksanaan Program In Saintek dari Kemendikti Saintek, yang dijalankan oleh Pusat Riset Smart Green Energy (SGE) POLINEMA. Kegiatan desiminasi yang berlangsung di Pemandian Sumber Ringin, Wringinsongo, pada Minggu (16/11/2025), tidak hanya menyosialisasikan energi terbarukan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dan para pelajar.
Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Wringinsongo, Heri Firmansyah, yang turut hadir secara langsung. Ia menyampaikan bahwa kemitraan dengan POLINEMA telah memberi dampak nyata untuk pengembangan desa, khususnya sektor wisata.
“Sejak kami bermitra dengan POLINEMA ini telah banyak menghasilkan peningkatan di wisata Pemandian Desa Sumber Ringin mulai dari jumlah pengunjung hingga berbagai fasilitas yang ada dengan adanya bantuan teknologi yang diberikan POLINEMA,” ungkap Heri.
Heri menambahkan bahwa masyarakat tidak hanya menerima bantuan fisik berupa teknologi energi terbarukan, melainkan juga berbagai pelatihan peningkatan kapasitas.
Selain pemberian bantuan secara fisik dalam hal energi terbarukan, Heri mengaku banyak pelatihan yang diberikan oleh pihak POLINEMA seperti pelatihan manajemen untuk pengelolaan wisata, pelatihan untuk Bumdes hingga pembuatan website untuk memperkenalkan potensi desa kita di media sosial.
Apresiasi serupa datang dari para tenaga pendidik yang turut menerima manfaat program. Salah satu guru SDN 1 Wringinsongo, Okkia Tristriasari, hadir mendampingi 24 siswa dari kelas empat hingga enam untuk mengikuti rangkaian edukasi energi terbarukan.
“Kami sampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih untuk bantuan yang telah diberikan pihak POLINEMA kepada SDN 1 Wringinsongo yang menggunakan energi terbarukan berupa solar panel yang pasti akan bermanfaat bagi sekolah kami. Bantuan alat tersebut juga akan menjadi bahan edukasi kepada siswa-siswi kami bahwa energi terbarukan itu banyak sekali contohnya termasuk hal yang sederhana dengan menggunakan sinar matahari,” ungkap Okkia Tristriasari.
Menurutnya, metode edukasi yang diberikan POLINEMA sangat sesuai untuk pelajar usia sekolah dasar karena dikemas dalam bentuk permainan.
Menurut perempuan berhijab ini, pemberian edukasi dalam bentuk permainan menyusun mobil-mobilan bertenaga surya adalah edukasi yang sangat ramah anak ya karena edukasinya dikonsep seperti bermain dan disukai anak-anak.
Okkia melihat pendekatan tersebut membantu siswa memahami konsep energi terbarukan secara lebih mendalam.
“Dengan edukasi seperti ini membuat para siswa jauh lebih bisa menerima dan dapat berpikir kritis tentang energi terbarukan khususnya dengan menggunakan panel surya,” pungkas Okkia Tristriasari.
Program In Saintek di Wringinsongo menunjukkan bagaimana penerapan sains dan teknologi dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan pengembangan desa. Tidak hanya memberi fasilitas, namun juga membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan energi terbarukan untuk kehidupan sehari-hari. (A.Y)
