Jakarta | ADADIMALANG.COM — Reputasi Universitas Brawijaya di bidang ilmu hukum kembali mendapatkan pengakuan nasional. Pusat Riset Sistem Peradilan Pidana Universitas Brawijaya (PERSADA UB) resmi meraih predikat Mitra Klinik Terbaik Spesialisasi Pidana dalam ajang bergengsi Hukumonline Legal Clinic Awards 2025. Penghargaan ini mengukuhkan PERSADA UB sebagai laboratorium akademik yang berada di garis depan pengembangan pendidikan klinis hukum dan pembaruan sistem peradilan pidana di Indonesia.
Prestasi ini semakin mempertegas posisi PERSADA UB sebagai center of excellence di bidang hukum pidana. Rekam jejak lembaga ini bukan hal baru, sebab pada tahun 2022 PERSADA UB juga berhasil meraih penghargaan serupa. Konsistensi tersebut menunjukkan keberhasilan mereka dalam menggabungkan pendidikan klinis, riset mendalam, serta advokasi hukum untuk kebutuhan masyarakat luas.
Dalam seremoni penyerahan penghargaan di Jakarta Kamis kemarin (27/11/2025), PERSADA UB diwakili oleh Prof. Dr. Nurini Aprilianda, Ketua Pertama sekaligus pendiri PERSADA UB, serta Ladito R. Bagaskoro, Sekretaris PERSADA UB. Keduanya menyampaikan apresiasi besar atas pengakuan nasional ini.
“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas peran strategis pusat studi hukum interdisiplin di perguruan tinggi. Pusat studi tidak boleh berhenti pada teori, melainkan harus bekerja langsung untuk memperluas akses keadilan melalui riset dan pendampingan hukum,” ungkap Prof. Nurini.
Prof. Nurini juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Brawijaya, Wakil Rektor V, dan Ketua DRPM UB yang terus memberikan dukungan kelembagaan kepada PERSADA UB.
“Ekosistem akademik yang kondusif memungkinkan pusat studi seperti PERSADA UB tumbuh sebagai lembaga riset yang kuat dan berkelanjutan,” tukas Prof. Nurini Aprilianda.

Di momen yang sama, Ladito Risang Bagaskoro menegaskan bahwa penghargaan ini adalah buah kerja besar dari banyak pihak seperti para peneliti, asisten peneliti, mahasiswa magang hingga para mitra kolaborasi yang selama ini terlibat.
“PERSADA UB akan terus memperkuat model pendidikan klinis hukum yang progresif, berorientasi bukti, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua PERSADA UB saat ini, Dr. Fachrizal Afandi, yang menilai penghargaan ini sebagai bukti penting bahwa pendekatan riset multidisiplin, praktik edukatif, dan komitmen terhadap penegakan hukum dapat menghadirkan perubahan nyata.
“Dalam hampir satu dekade perjalanan, PERSADA UB telah berkembang sebagai laboratorium akademik untuk merumuskan inovasi kebijakan hukum dan mendorong reformasi sistem peradilan pidana,” ungkap Dr. Fachrizal Afandi.
Pengakuan sebagai Klinik Terbaik Spesialisasi Pidana 2025 menegaskan peran PERSADA UB dalam memperkuat pendidikan klinis hukum pidana di Indonesia. Partisipasi aktif lembaga ini dalam forum nasional menunjukkan kapasitas akademik dan integritasnya dalam mengawal isu-isu strategis reformasi hukum.
Ke depan, PERSADA UB menargetkan untuk memperluas kolaborasi riset, meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta peneliti, dan mengembangkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk menjawab persoalan nyata dalam sistem hukum.
Dengan fondasi akademik yang kuat dan jejaring kolaboratif yang luas, PERSADA UB berada pada jalur yang tepat untuk terus berkontribusi bagi transformasi sistem peradilan pidana Indonesia. (Red)
