Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Sebuah pencapaian besar kembali datang dari mahasiswa Politeknik Negeri Malang (POLINEMA). Tim Akral Baswara dari Jurusan Teknik Sipil berhasil meraih Juara 1 pada Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-16 yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta. Kemenangan ini tidak hanya soal ketepatan desain, tetapi juga kekuatan konsep budaya yang dikemas dengan pendekatan teknik yang matang.
Keberhasilan tersebut membuat nama POLINEMA kembali bersinar di kancah kompetisi teknik sipil nasional. Terlebih, ajang KBGI tahun ini digelar bersamaan dengan Kompetisi Jembatan Indonesia, sehingga persaingan antarperguruan tinggi berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Ditemui usai kembali dari Yogyakarta, salah satu anggota tim, Paranta Wida Winata, menjelaskan bahwa perjalanan mereka tidak dimulai di arena kompetisi semata, melainkan jauh sebelumnya ketika proses seleksi proposal.
“Jadi tim kami berhasil lolos dua tahap yang harus diikuti yakni tahap proposal dan tahap final di ajang Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke-16 khususnya pada kategori Beton Pra Cetak. Pada tahap proposal, alhamdulillah kami menjadi satu-satunya tim yang lolos dari delapan tim dari masing-masing kategori. Tim kami alhamdulillah lolos pada kategori beton dari total 34 tim yang bertanding dari 24 tim perguruan tinggi,” ungkap Paranta.
Keberhasilan mereka menjadi satu-satunya tim yang lolos dari kategori tersebut menunjukkan bahwa ide dan konsep awal sudah dianggap menonjol sejak awal seleksi.
Anggota tim lainnya, Dea Aulia Ardini, menyebut bahwa semua dimulai dari penyusunan proposal selama satu bulan dengan bimbingan dosen pembimbing, Sonnia Syafirra, S.T., M.T.
“Kita persiapkan proposal kurang lebih satu bulan lamanya dan kemudian kita upload di webnya Belmawa, hingga satu bulan ternyata diumumkan proposal kita lolos sehingga persiapkan crew tim kami termasuk melakukan fabrikasi sendiri selama kurang lebih dua bulan,” ungkap Dea.
Tiga bulan persiapan total tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan tim ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil kerja panjang yang penuh detail dan uji coba.
Sementara itu Dosen pembimbing tim Akral Baswara, Sonnia Syafirra, ST., MT., menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan tim sudah sangat matang mulai dari pemilihan lokasi bangunan yang mengambil inspirasi dari Kota Padang, lengkap dengan budaya Minang sebagai dasar fasad.
“Sonnia mengakui lokasi dan model bangunan tim Akral Baswara diambil dari kota Padang termasuk mengambil budaya khas Minang dari corak batik untuk digunakan sebagai fasad dari bangunan yang dibuat tim,” ungkapnya.
Kemenangan tim mahasiswa Sipil POLINEMA di ajang KGBI ke-16 ini menurut Sonnia diharapkan dapat memicu minat lebih besar mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai ajang kompetisi.
“Dengan mengikuti kompetisi ini dan alhamdulillah berhasil menjadi juara, harapan saya itu sebenarnya jauh lebih besar karena tidak hanya bagi teman-teman finalis tetapi saya juga ingin mahasiswa teknik sipil khususnya dari Politeknik Negeri Malang dapat lebih besar minatnya untuk mengikuti kompetisi,” ungkap Sonnia.
Ditanya tentang keunggulan timnya dibandingkan tim lainnya hingga mampu menjadi juara, Paranta menyampaikan kesiapan konsep yang dibawakan menjadi nilai tambah bagi timnya.
“Yang pertama seperti tadi yang saya sampaikan dari fasadnya itu tidak asal saja, tetapi ada latar belakang dan filosofinya. Karena kita memilih kota Padang, sehingga dari fasadnyapun kita gunakan khas Padang dengan warna merah, kuning, hitam yang merupakan warna dasar dari bendera Marawa yang menunjukkan keagungan,” ujarnya.
Dari sisi teknis, tim Akral Baswara juga menerapkan inovasi campuran beton yang telah diuji dalam berbagai eksperimen.
“Selain itu untuk bangunan beton campurannya kita menggunakan beberapa macam inovasi yang sudah dipelajari dari berbagai macam literatur dan efektif dalam meningkatkan mutu. Butuh waktu percobaan hingga sebulan lamanya bersama 15 orang crew tim kita,” pungkas Paranta.
KBGI ke-16 yang berlangsung pada 12–17 November 2025 menjadi panggung pembuktian bagi tim Akral Baswara. Di kategori Model Bangunan Gedung Beton Pracetak untuk Kinerja Seismik, POLINEMA resmi menempati posisi puncak dan membawa pulang gelar juara nasional.
Kemenangan ini menunjukkan bahwa karya mahasiswa teknik sipil tidak hanya mengutamakan kekuatan struktur, tetapi juga keberanian menggabungkan budaya, inovasi material, riset teknis, hingga pemahaman konteks seismik yang relevan dengan kebutuhan bangunan masa kini. (A.Y)
