Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Suasana pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, siang hari ini, diwarnai aksi penyampaian aspirasi dari sejumlah kader. Beberapa kader yang mengenakan rompi kuning khas Partai Golkar terlihat memasang poster bernada protes di dinding halaman Kantor DPD Golkar Kota Malang.

Poster-poster tersebut memuat kalimat kritis, antara lain, “Tak Perlu Ada Musda Jika Semua Di Veto Provinsi dan DPP”, “Musda Golkar, Demokrasi yang Diperkosa”, serta “Golkar Kota Malang Hilang Ingatan dan Hadir Tekanan”. Aksi ini menjadi ekspresi kegelisahan kader tingkat kelurahan yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pemilihan Bakal Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang.

Pemasangan poster tersebut disebut sebagai bentuk aspirasi kader Partai Golkar Kota Malang yang selama ini merasa terabaikan. Hal itu disampaikan Bambang Sugeng, perwakilan dari Pengurus Kelurahan (PL) Sukoharjo yang menegaskan bahwa para pengurus kelurahan tidak pernah diajak berdiskusi atau dimintai pandangan terkait Musda XI maupun figur yang akan didukung.

“Kami tidak pernah diajak bicara atau dimintai usulan tentang siapa yang akan didukung untuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar kota Malang ke depan terlebih tentang Musda XI ini,” ungkap Bambang.

Di hadapan sejumlah perwakilan PL, Bambang menyampaikan harapan agar Musda XI Golkar Kota Malang dapat berjalan sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Partai Golkar. Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang kepada kader di tingkat akar rumput untuk menyampaikan aspirasi.

“Jadi ibaratnya menggunakan tangan besi untuk menentukan Ketua DPD Golkar kota Malang itu sebaiknya kita hindari dulu lah. Mereka semua ini adalah calon-calon berkualitas, kader terbaik dari Golkar. Jadi beri kesempatan juga kepada kita sebagai PL yang merupakan akar daripada pohon Beringin ini untuk memberikan usulan,” ungkap Bambang.

Selain itu, Bambang juga menyampaikan keheranan para pengurus kelurahan terkait pelaksanaan Musda XI Golkar Kota Malang yang digelar di Kantor DPD Golkar tingkat I Jawa Timur. Menurutnya, kondisi Kota Malang dinilai sangat kondusif untuk menjadi lokasi pelaksanaan Musda.

Meski berlangsung tepat di depan lokasi pendaftaran bakal calon Ketua DPD, aksi penyampaian aspirasi tersebut tidak mengganggu jalannya proses pendaftaran. Kegiatan tetap berlangsung sebagaimana agenda yang telah ditetapkan panitia.

Menanggapi pemasangan poster dan aspirasi para PL, Ketua Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Kota Malang, Drs. Yuliono, M.Sc., memberikan respons santai. Ia menilai apa yang disampaikan kader merupakan bagian dari dinamika organisasi.

“Ah itu biasa saja, namanya juga demokrasi jadi kita persilahkan teman-teman menyampaikan aspirasi,” pungkas Yuliono.

Aksi ini menambah catatan dinamika menjelang Musda XI Partai Golkar Kota Malang, sekaligus menjadi penanda bahwa proses regenerasi kepemimpinan partai masih menyisakan ruang diskusi dan perbedaan pandangan di internal kader. (A.Y)