Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Momen peringatan Hari Ibu di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, berlangsung dengan cara yang berbeda dan produktif. Puluhan ibu yang tergabung dalam penggerak PKK berkumpul di balai desa bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk mengasah keterampilan teknis dalam mengelola usaha dan lingkungan.
Melalui program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh dosen STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang), para ibu ini belajar dua hal krusial bagi kemandirian ekonomi yakni manajemen keuangan akuntansi dan kreativitas mengolah limbah plastik.
Salah satu sesi yang menyedot perhatian adalah saat Dr. Aminul Amin membedah materi mengenai Harga Pokok Penjualan (HPP) dimana bagi para pelaku UMKM di desa tersebut, menentukan harga jual seringkali masih berdasarkan perkiraan tanpa perhitungan biaya yang detail.

Aminul Amin menjelaskan bahwa banyak pelaku usaha yang belum konsisten dalam mencatat keuangan mereka. Persoalan yang sering ditemui adalah kebingungan dalam menentukan harga jual produk karena tidak menghitung elemen biaya secara utuh, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya transportasi.
“Seringkali kita masih suka kadang kadang mencatat dan kadang kadang tidak mencatat. Nah ini yang perlu dilatih untuk rajin mencatat keuangan. Persoalan yang sering saya temui adalah para pelaku UMKM bingung menentukan harga jual produknya. Nanti kita bahas bersama sama bagaimana cara menentukan harganya,” ungkap Dr. Aminul Amin di depan para peserta yang tampak antusias.
Selain urusan angka, kreativitas menjadi poin penting dalam pelatihan ini. Tim Sakaresek dari mahasiswa STIE Malangkuçeçwara mengajak para ibu mempraktikkan langsung pembuatan aksesori dari limbah tutup botol plastik. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan sampah sekaligus menjadi peluang sumber penghasilan baru.

Rina Irawati, salah satu anggota Tim Pengabdian STIE Malangkuçeçwara, menyebutkan bahwa kehadiran akademisi di tengah masyarakat bertujuan agar ilmu dari kampus bisa langsung diaplikasikan pada produk unggulan desa.
“Kegiatan ini kita laksanakan tepat di peringatan Hari Ibu. Ada dua pelatihan yang kami berikan yakni pelatihan akuntansi oleh Dr. Aminul Amin, dan juga pelatihan kreasi daur ulang limbah plastik menjadi aksesoris bernilai ekonomis oleh mahasiswa, Rahmat Ardiansyah,” tutur Rina Irawati.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Gunungrejo, Muhtamilatur Rohmah memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi ABM Malang yang setiap tahun hadir memberikan pendampingan. Ia berharap wawasan baru ini bisa memicu para anggota PKK untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka.
“Alhamdulillah di desa Gunungrejo setiap tahunnya akan digelar kegiatan Pengabdian Masyarakat dari STIE Malangkuçeçwara. Kami berharap para ibu PKK juga dapat lebih kreatif melalui kegiatan pengabdian masyarakat dari kampus STIE Malangkuçeçwara ini,” ungkap Muhtamilatur Rohmah.

Senada dengan hal itu, Ketua LPPM STIE Malangkuçeçwara, Dra. Siti Munfaqiroh, M.Si., merasa bersyukur melihat sambutan hangat warga. Ia menegaskan bahwa program ini tidak akan berhenti di sini. Fokus ke depan akan diarahkan pada aspek pemasaran agar produk yang dihasilkan oleh UMKM Desa Gunungrejo bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah kegiatan Pengabdian Masyarakat pada pagi hari ini dapat berlangsung dengan baik. Saya sangat senang dengan semangat serta antusias yang sangat luar biasa dari para peserta yang juga banyak pelaku UMKM desa Gunungrejo. Ke depan kita lebih fokus ke tahapan menjual atau memarketingkan agar produk produk yang dihasilkan UMKM desa ini dapat segera terjual,” pungkas Siti Munfaqiroh.
Kegiatan yang dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Muslichah ini juga melibatkan dosen lainnya seperti Dr. Aminul Amin, Rina Irawati, dan Drs. Hedher Tuakia sebagai bentuk nyata kolaborasi dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat desa. (A.Y)
