Surabaya | ADADIMALANG.COM — Mobilitas masyarakat di Jawa Timur diprediksi akan meningkat tajam menjelang momen Natal dan Tahun Baru 2026. Mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison melakukan langkah proaktif dengan memastikan infrastruktur telekomunikasi di seluruh wilayah Jawa Timur berada dalam kondisi prima demi menjaga kenyamanan digital pelanggan.

Melalui semangat Indosat ANDAL yang merupakan akronim dari Ada Nyata di Setiap Langkah, perusahaan melakukan penguatan pada lebih dari 24.600 unit BTS yang tersebar di berbagai pelosok provinsi. Upaya ini bukan tanpa alasan, mengingat trafik data di Jawa Timur diproyeksikan mengalami kenaikan hingga 15,5 persen dibandingkan hari biasa akibat tingginya aktivitas komunikasi, hiburan digital, dan akses informasi selama liburan.

EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro menjelaskan bahwa periode akhir tahun adalah waktu krusial bagi masyarakat untuk saling terhubung. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan jaringan tetap kuat dan stabil meski beban trafik meningkat signifikan.

“Periode Natal dan Tahun Baru merupakan momen penting bagi masyarakat Jawa Timur untuk tetap terhubung, baik untuk berkomunikasi maupun mengakses berbagai layanan digital. Melalui semangat Indosat ANDAL, kami memastikan jaringan tetap kuat dan stabil di tengah lonjakan trafik,” ujar Fahd Yudhanegoro.

Fahd menambahkan bahwa dengan dukungan teknologi berbasis AI serta kesiapan tim di lapangan, Indosat berupaya menghadirkan konektivitas yang dapat diandalkan dalam setiap aktivitas pelanggan.

Fokus optimasi jaringan dilakukan secara menyeluruh pada jalur utama mudik dan wisata, termasuk jalan tol dan jalur arteri. Indosat secara khusus memperkuat kualitas layanan di 68 titik strategis atau Point of Interest. Area tersebut mencakup Bandara Internasional Juanda, kawasan wisata Jatim Park, Alun-alun Batu, hingga destinasi alam di Trawas.

Selain area wisata, pusat perbelanjaan dan tempat ibadah di wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Malang juga mendapatkan perhatian ekstra. Langkah nyata yang diambil meliputi peningkatan kapasitas di hampir 2.000 BTS, penambahan site baru, serta pengujian kualitas jaringan secara berkala guna menjamin pengalaman pengguna yang lancar.

Penerapan teknologi terkini menjadi kunci dalam menjaga performa jaringan ini. Indosat mengoperasikan Digital Intelligence Operation Center atau DIOC sebagai pusat kendali berbasis kecerdasan artifisial. Teknologi ini memungkinkan tim teknis melakukan penyesuaian kapasitas jaringan secara real-time. Selain itu, penggunaan Digital Twin dan AI Agent membantu simulasi serta diagnosis gangguan secara otomatis agar layanan tetap konsisten.

Di Kota Surabaya yang menjadi pusat ekonomi utama, Indosat telah mengaktifkan layanan 5G secara luas yang mencakup 32 kecamatan di Surabaya dan Sidoarjo Utara. Saat ini, tercatat lebih dari 400.000 pelanggan di Surabaya telah menggunakan perangkat 5G. Jaringan generasi kelima ini didukung oleh hampir 600 site aktif yang terintegrasi AI untuk menjamin kecepatan tinggi dan latensi rendah bagi pengguna.

Kualitas jaringan Indosat juga mendapat pengakuan secara nasional melalui laporan terbaru dari Opensignal. Perusahaan meraih penghargaan untuk kategori pengalaman bermain game, cakupan waktu di jaringan, serta konsistensi keandalan layanan.

“Berbagai pencapaian ini menegaskan performa jaringan Indosat yang kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan digital pelanggan di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur,” tegas Fahd Yudhanegoro.

Kesiapan infrastruktur ini diharapkan mampu memfasilitasi segala kebutuhan digital masyarakat, mulai dari transaksi keuangan hingga berbagi momen bahagia di media sosial selama perayaan pergantian tahun. (Red)