Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Puncak peringatan Dies Natalis ke 28 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menjadi momentum penting dalam perjalanan institusi tersebut. Melalui Rapat Senat Terbuka yang digelar pagi tadi (27/01/2026), FTP UB secara resmi meluncurkan nama baru fakultasnya menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB).
Perubahan nama ini diumumkan langsung oleh Dekan FTP UB, Prof Yusuf Hendrawan, STP M.App.Life.Sc Ph.D, dalam rangkaian puncak dies natalis yang juga diisi dengan orasi ilmiah, awarding, pameran, hingga penandatanganan kerja sama dengan berbagai pihak.
Menurut Prof Yusuf, transformasi nama fakultas merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin luas dan kompleks di bidang teknologi pertanian. Ia menegaskan bahwa cakupan keilmuan yang saat ini dikembangkan tidak lagi dapat diwakili oleh nomenklatur lama.
“Kami di sini sekarang sudah ada beberapa prodi, yaitu teknik lingkungan, teknik bioproses, teknik pertanian dan biosistem, teknologi industri pertanian, kemudian ada bioteknologi dan juga ada ilmu pangan, teknologi dan ilmu pangan. Nah artinya ilmu ini sudah mengembang sangat luas sekali, sehingga kita harus menyesuaikan atau beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang ada. Teknologi pertanian itu menurut kami sebenarnya sudah tercakup di dalam teknologi agroindustri yang kemudian kita tambahkan satu kaedah baru yaitu biosistem,” ungkapnya.
Selain peluncuran nama baru, FTP UB juga menegaskan komitmennya dalam penguatan budaya akademik melalui peluncuran buku chapter ber ISBN. Prof Yusuf menyebutkan sebanyak 92 buku akan diluncurkan sebagai hasil karya dosen.
“Kemudian kita juga akan soft launching buku chapter ber-ISBN sebanyak 92 yang artinya satu dosen satu karya buku ber-ISBN. Itu nanti akan kita launching sebagai bentuk komitmen kami, bahwa setiap dosen di FTUB tidak hanya bisa publikasi scopus tapi juga bisa publikasi buku,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Yusuf juga memaparkan laporan kinerja dekan yang mencatat capaian signifikan. FTP UB berhasil melampaui target Indikator Kinerja Utama hingga 159 persen dengan efisiensi anggaran mencapai sekitar 39 persen. Sejumlah prestasi lain turut disoroti, mulai dari jumlah paten granted terbanyak di Universitas Brawijaya, perolehan UB Star tertinggi, hingga tingginya produk inovasi dan prestasi mahasiswa.
Sebagai bentuk apresiasi, dekanat memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan berprestasi yang dinilai berkontribusi langsung terhadap capaian tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Senat FTP UB, Prof Dr Ir Bambang Susilo MSc.Agr, menegaskan bahwa meskipun relatif muda dibanding fakultas lain, FTP UB mampu menunjukkan lompatan prestasi yang signifikan.

“Dan perlu diketahui, tidak ada satupun Fakultas Teknologi Pertanian di Indonesia ataupun di dunia yang program studinya lengkap seperti yang ada di FTP UB. Fakultas lain biasanya hanya 3 program prodi saja, tetapi di FTP UB itu S1-nya ada 6 program studi,” jelas Prof Bambang.
Ia menilai keputusan mengganti nama fakultas di usia 28 tahun merupakan langkah strategis yang visioner dan telah mendapatkan persetujuan Senat Akademik Universitas Brawijaya.
“Dengan perubahan nama fakultas ini maka cakupan keilmuannya menjadi lebih luas, sekaligus bisa menjadi ciri khas Universitas Brawijaya sebagai pelopor dan pembaharu sehingga FTAB dapat semakin konsisten menjaga amanah agar alam semesta tetap harmonis, sesuai dengan tujuan penciptaannya, dan terus bergerak menjadi pelopor menuju Indonesia yang berdaulat pangan. Tidak hanya tahan pangan, tapi harus berdaulat energi dan menjadi negara pelestari lingkungan,” ungkapnya.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo S.Si M.Si Ph.D.Med.Sc, yang turut hadir dalam Rapat Senat Terbuka tersebut, menyampaikan harapannya agar FTAB mampu menjadi arsitek pengembangan ilmu pengetahuan di tengah tantangan besar ketahanan pangan nasional.
“FTP memiliki SDM paling unggul di UB. Dengan sistem paling bagus dan pemimpinnya juga bagus. Kombinasi tiga elemen ini membuat produktivitas FTP juga paling bagus. Patennya banyak. Inovasinya banyak. Inilah yang dinamakan kampus berdampak,” ucap Prof Widodo.
Dengan perubahan nama menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, Universitas Brawijaya menegaskan langkahnya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi, sekaligus menjawab tantangan pangan, energi, dan lingkungan secara berkelanjutan. (A.Y)
