Kab. Malang | ADADIMALANG.COM – Komitmen pelestarian lingkungan juga ditunjukkan oleh akademisi dari kampus STIE Malangkuçeçwara (Kampus ABM Malang), dimana para dosen dan mahasiswanya terjun langsung mendukung program penghijauan Pemerintah Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Aksi nyata ini diwujudkan melalui penanaman bibit pohon durian dan pucuk merah di sepanjang jalan desa serta titik-titik strategis di empat dusun wilayah Pandanajeng pagi hari tadi, Sabtu (31/01/2026).

Perwakilan dosen anggota Tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIE Malangkuçeçwara secara simbolis menyerahkan bantuan bibit tanaman untuk segera ditanam di desa Pandanajeng Tumpang (Foto : Agus Yuwono)
Perwakilan dosen anggota Tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIE Malangkuçeçwara secara simbolis menyerahkan bantuan bibit tanaman untuk segera ditanam di desa Pandanajeng Tumpang (Foto : Agus Yuwono)

Bibit tanaman yang ditanam merupakan bantuan dari Perum Jasa Tirta I yang disalurkan melalui program pengabdian masyarakat kampus STIE Malangkuçeçwara.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pandanajeng, Muhammad Edy Mansyur, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para dosen dan mahasiswa STIE Malangkuçeçwara. Menurutnya, penghijauan telah menjadi program prioritas desa sejak tahun 2015 lalu hingga saat ini.

“Kami tetap berkomitmen melakukan penghijauan, mulai dari jalan desa hingga perkampungan. Selain untuk keasrian, penanaman pohon di tepi jalan ini bertujuan agar kendaraan tidak terlalu menepi, sehingga konstruksi drainase kita tidak cepat ambrol atau rusak,” jelas Edy Mansyur.

Kegiatan penanaman pohon di desa Pandanajeng kali ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internal yang didanai secara mandiri oleh STIE Malangkuçeçwara dimana tim pengabdian yang diketuai oleh Lidia Andiani, SE., MM., ini beranggotakan Dra. Lindananty, MM., Dr. Uke Prajogo, S.TP., MM., CMA., dan Drs. Moh. Soedarman, Ak, CA., MM.

Ditemui di sela-sela kegiatan penanaman, Dr. Uke Prajogo menjelaskan bahwa kampus ABM rutin melaksanakan dua model pengabdian setiap tahunnya, yakni pengabdian internal dan eksternal yang biasanya bermitra dengan Dikti. Menariknya, aksi kali ini juga melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) MICC yang tengah melaksanakan program Live In di desa tersebut.

Melihat antusiasme dan dampak positif yang dibawa kampus, Edy Mansyur bahkan menawarkan kerjasama yang lebih formal melalui Memorandum of Understanding (MoU).

“Tadi Pak Kepala Desa sudah secara terbuka menawarkan kerjasama. Ada kemungkinan Pandanajeng akan menjadi lokasi tetap untuk program pengabdian dosen kami ke depannya,” ujar Dr. Uke.

Selain isu lingkungan, tim dosen STIE Malangkuçeçwara mulai memetakan potensi ekonomi yang ada di Pandanajeng, salah satunya sektor pertanian cabai. Sebagai pakar ekonomi dan bisnis, Dr. Uke melihat adanya peluang untuk membantu warga dalam pengolahan pasca-panen.

“Di desa ini ada potensi tanaman cabai. Masalahnya, saat panen raya harga sering jatuh. Ke depan, kami bisa masuk di bidang pengolahan agar produk pertanian ini lebih tahan lama dan harganya lebih stabil di pasar,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, di mana dunia kampus tidak hanya hadir untuk urusan ekologi, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi stabilitas ekonomi masyarakat perdesaan. (A.Y)