Kab. Malang | ADADIMALANG.COM – Sekolah Tinggi ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara memiliki filosofi ATTITUDE yang ditanamkan kepada para mahasiswanya sejak duduk di semester awal di kampus tersebut.

Filosofi ATTITUDE tersebut menjadi landasan pembentukan karakter mahasiswa STIE Malangkuçeçwara untuk mampu menjadi unggul dan berdaya saing global termasuk untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga memiliki soft skill unggul. Filosofi ATTITUDE tersebut , yang mencakup 8 nilai utama yakni Appreciative, Thought, Teamwork, Integrity, Time management, Usefulness, Dedicative, dan Endless learning.

Dalam rangka mengimplementasikan filosofi ATTITUDE tersebut serta melatih soft skill kepada para mahasiswa aktifnya, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Malangkucecwara International Culture Club (MICC) STIE Malangkuçeçwara menggelar kegiatan Live In di desa Pandanajeng, kecamatan Tumpang, kabupaten Malang selama empat hari lamanya.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan kegiatan, Pengawas Kabinet MICC yakni Kurniawan Iwan menyampaikan program Live In MICC tersebut merupakan program utama dari MICC sebagai sebuah organisasi yang berorientasi pada program-program global.

“Salah satunya kita ada program kemasyarakatan yang dikenal sebagai Live In yang mencakup tiga bagian program utama yakni program hijau seperti kegiatan penanaman pohon, kemudian program Desa Mengajar dimana anggota MICC akan menjadi pengajar di salah satu SDN yang ada, dan program charity yang berdampak bagi kemasyarakatan seperti administrasi di Posyandu dan lain sebagainya,” ungkap Iwan.

Dosen dan Mahasiswa STIE Malangkuçeçwara melaksanakan kegiatan penanaman pohon dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat di desa Pandanajeng Tumpang (Foto : Agus Yuwono)
Dosen dan Mahasiswa STIE Malangkuçeçwara melaksanakan kegiatan penanaman pohon dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat di desa Pandanajeng Tumpang (Foto : Agus Yuwono)

Tiga program utama dalam pelaksanaan Live In MICC tersebut menurut Iwan semuanya telah dilaksanakan di desa Pandanajeng Tumpang, baik penanaman pohon, mengajar di sekolah hingga menata administrasi semuanya dilaksanakan di desa tersebut.

Dengan pelaksanaan kegiatan Live In dengan tiga program utamanya tersebut, Iwan berharao anggota MICC dapat memberikan sinergi positif bagi desa Pandanajeng.

“Kegiatan Live In kali ini diikuti 44 anggota MICC yang dimulai sejak hari Kamis lalu (29/01/2026) dengan menjalankan berbagai kegiatan sesuai tiga program utamanya,” ujar Iwan.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) STIE Malangkuçeçwara yang juga merupakan Pembina MICC yakni Ir. Dwi Nita Aryani, MM., Ph.D., menyampaikan bahwa MICC memang berada di bawah binaan KUI STIE Malangkuçeçwara dan telah melaksanakan program Live In selama empat hari lamanya.

“Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penghijauan penanaman bibit pohon durian dan bibit Pucuk Merah sekitar 250 pohon. Ini sesuai dengan tujuan dunia tentang SDG’s dan green environment dengan tujuan untuk meningkatkan lingkungan yang semakin segar gitu ya,” ungkap Dwi Nita.

Selain memberikan kemanfaatan bagi warga desa Pandanajeng, kegiatan Live In MICC ini menurut Dwi Nita juga memberikan banyak manfaat bagi para mahasiswa STIE Malangkuçeçwara untuk dapat belajar tentang budaya,  kehidupan sehari-hari di desa hingga belajar cara menanam pohon melalui program penghijauan.

“Tentunya para anggota MICC yang mengikuti kegiatan Live In ini belajar soft skill yang terkandung melalui filosofi ATTITUDE yang dimiliki oleh kampus STIE Malangkuçeçwara. Jadi ini juga merupakan salah satu cara belajar dan menerapkan filosofi ATTITUDE dalam kehidupan nyata di masyarakat,” pungkas Dwi Nita Aryani saat ditemui di lokasi kegiatan Sabtu kemarin (31/01/2026). (A.Y)