Kota Malang – Diisukan terjadi perpecahan karena pergantian tampuk kepemimpinan dari Abah Anton kepada Syamsul Mahmud sebagai Plt Ketua DPC PKB kota Malang, ternyata dipatahkan dengan bukti kesolidan di internal PKB kota Malang saat persiapan pencalegan partai tersebut.

“Saat ini PKB kota Malang justru lebih solid dari sebelum-sebelumnya. Bukan berarti kepemimpinan Abah Anton tidak bagus, tetapi saat ini kita tingkatkan lagi soliditas anggota dan pengurus mulai dari yang yunior hingga yang senior,” ujar Plt Ketua DPC PKB kota Malang, Syamsul Mahmud.

Dengan pelibatan tokoh-tokoh senior di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Malang, Syamsul Mahmud berharap bisa menghasilkan calon legislator yang berkualitas melalui proses seleksi dan pembinaan yang cukup berbeda dengan yang sudah dilaksanakan pada periode sebelumnya.

https://m.youtube.com/watch?v=YL1DJGPrh6A
Sementara itu, Ketua LPP DPC PKB kota Malang yang juga membawahi Badan Seleksi Pencalegan yakni Arief Wahyudi menyatakan hingga saat ini sudah 80% kursi Bacaleg kota Malang terpenuhi.

“Yang menarik adalah hingga saat ini sudah 80% kuota caleg PKB terpenuhi, dimana 60% dari para pendaftar tersebut merupakan wajah-wajah baru dari golongan milenia. Jadi kalau diisukan PKB terpecah di bawah kepemimpinan Syamsul Mahmud kok yang berminat mengisi kursi DPRD dari PKB semakin banyak,” ujar Arief Wahyudi.


Pendaftaran caleg PKB kota Malang diakui masih dibuka hingga tanggal 27 Juni 2018 yang kemudian akan diseleksi sesuai dengan mekanisme yang ada di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Malang, dimana kuota bagi caleg perempuan masih tersedia untuk memenuhi kuota 30% yang menjadi syarat bisa majunya seluruh caleg laki-laki dalam satu dapil. (A.Y)