~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa UM bantu wujudkan kota Malang menjadi Smart City dengan temuannya

Mahasiswa UM bantu wujudkan kota Malang menjadi Smart City dengan temuannya

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 1 Jun 2018
  • visibility 461
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang – Salah satu item untuk terwujudnya sebuah kita sebagai Smart City adalah masalah lingkungan yang bebas dari pencemaran termasuk limbah harian rumah tangga. Pencemaran lingkungan dari limbah harian tentunya tergantung pada sistem sanitasi rumah tangga yang ternyata ditemukan masih kurang baik hingga saat ini di kota Malang. Hal tersebut tentunya tidak sesuai dengan upaya mewujudkan Malang sebagai kota yang bebas kekumuhan pada tahun 2019 menuju konsep Smart City yang ingin dicapai.

Apalagi kota Malang dikenal sebagai tempat yang menjadi tujuan wisata sehingga banyak wisatawan yang mendatangi kota Malang. Sayangnya tingginya tingkat kunjungan wisatawan ini masih belum berbanding lurus dengan terjaganya lingkungan dari pencemaran khususnya limbah harian dari rumah tangga.

Hingga saat ini diketahui masih banyak warga yang membangun toilet tanpa pengolahan air limbah dengan alasan tidak ada lahan yang cukup untuk membangunan septictank. Bahkan diketahui sejumlah 6,4% dari 900 ribu penduduk atau sekitar 57 ribu warga kota Malang masih melakukan tindakan Buang Air Besar Sembarangan (Cahyono, 2017).

Dari beberapa daerah di kota Malang terdapat Delapan kelurahan yang sistem sanitasinya masih belum diterapkan dengan baik, salah satunya di daerah Kelurahan Kotalama khususnya di sepanjang pemukiman penduduk di pinggir sungai ditemukan sistem sanitasi belum layak dan lokasi yang paling kumuh adalah daerah pinggir sungai Kebalen Wetan. Hal ini dikarenakan selain kebiasaan warga membuang sampah ke sungai, juga kebiasaan BAB sembarangan di sungai masih sering ditemui. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penerapan sanitasi dan perilaku hidup sehat yang benar telah menyebabkan sekitar 88% kematian manusia akibat diare di seluruh dunia (Fewtrell et al., 2005).

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa dari Universitas Negeri Malang yang terdiri dari Maria Carolina Yuaniar (Teknik Sipil), Ardhi Catur Kurniawan (Teknik Elektro), Feri Kurniawan (Teknik Elektro), Mastika Marisahani Ulfah (Biologi) dan Siti Hartinah Qurbayni (Kimia) tim ini. menciptakan sebuah program SIANIDA (Sistem IPAL dan Sanitasi Cerdas) dan Cipta Usaha KOSMATA (Kompos Human Excreta) untuk mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan kota Malang bebas kumuh 2019.

Sasaran dari kelompok mahasiswa ini adalah karang taruna Kebalen Wetan agar lebih produktif lagi dengan pemberian pemahaman penerapan sanitasi yang layak secara teori maupun lapangan dengan melatih proses pembuatan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) dikarenakan hampir seluruh penduduk tidak menggunakan septictank dalam pengelolaan air limbah domestik tiap rumah. Jenis IPAL yang digunakan adalah sistem IPAL Anaerobic Filter yakni dengan filter media pasir vulkanik dan arang aktif dimana media ini digunakan agar dapat memfilter air secara maksimal sehingga mampu menyisihkan polutan organik yang ada dalam kandungan air lebih besar dibanding sistem anaerobic baffled reactor dan dapat menghemat lahan di lokasi padat penduduk.

Selain itu pelatihan proses pembuatan IPAL ini diberi sentuhan kreatif dan inovatif oleh mahasiswa UM dengan diberi sistem pengolahan kompos secara otomatis dengan menggunakan sensor ultrasonic sehingga padatan yang ada pada IPAL dapat langsung diolah menjadi kompos cair, sehingga tidak perlu lagi ada penyedotan yang setiap tahun dilakukan pada IPAL pada umunya.

Selain diberi pemahaman mengenai sanitasi, pembuatan proses IPAL hingga alat otomatis pembuatan kompos cair dari padatan air limbah domestik, juga diajarkan mengenai proses pembuatan starter kompos dari limbah organik padat rumah tangga dan bakteri em4 agar tidak perlu kembali karang taruna membeli bakteri untuk pembuatan kompos yang dapat dijadikan sebagai cipta usaha untuk menambah kegiatan yang lebih produktif dan bernilai ekonomi sehingga seluruh limbah dapat diolah secara optimal dan warga dapat mandiri berwirausaha. Harapannya dengan hal tersebut maka warga sedikit demi sedikit dapat mengurangi kebiasaan pembuangan sampah secara sembarangan di sungai.

Antusias partisipasi dari karang tarunapun sangat baik, sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat dilaksanakan di beberapa waktu. Seluruh anggota karang taruna aktif berpatisipasi pada seluruh kegiatan program ini. Kebiasaan membuang sampahpun sudah mulai berkurang dengan merubah sikap mengumpulkan sampah lalu di kolektif di TPS terdekat oleh karang taruna setiap sore dibahu jalan raya luar gang daerah Kebalen awetan.

Selain warga dituntut untuk dapat menerapkan sanitasi, program yang dibimbing oleh Anie Yulistyorini selaku dosen ahli bidang teknik lingkungan dan SDA sekaligus dosen pembimbing Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UM tahun 2018 ini juga bertujuan menambah pendapatan warga dengan adanya pelatihan pembuatan kompos cair.

Salah satu komponen mewujudkan kota menjadi smart city adalah kondisi sanitasi yang layak, sehingga program Malang Bebas Kumuh 2019 yang telah dicanangkan untuk mewujudkan kota Malang sebagai Smart City dapat terwujud dengan salah satu berhasilnya penerapan program SIANIDA dan KOSMATA ini di beberapa sudut kota malang dengan masalah kondisi lingkungan yang sama. (A.Y)

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Deklarasi, AHLI Gelar Workshop Pariwisata Di Momen Hari Kemerdekaan RI

    Jelang Deklarasi, AHLI Gelar Workshop Pariwisata Di Momen Hari Kemerdekaan RI

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 217
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Bertepatan dengan Peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Association of Hospitality Leaders Indonesia (AHLI) menggelar kegiatan dengan tema ‘Menjalin Persatuan Nasional’ dalam rangkaian Road to AHLI Declaration, Selasa (17/08/2021). Dalam kegiatan virtual yang dihadiri oleh beberapa tokoh dan praktisi senior di industri pariwisata nasional, mewakili Dewan Pertimbangan DPP AHLI, Wishnu Handoko menyampaikan bahwa AHLI […]

  • Tari Topeng akan dimasukkan ke kurikulum sekolah

    Tari Topeng akan dimasukkan ke kurikulum sekolah

    • calendar_month Rabu, 7 Sep 2016
    • account_circle redaksi
    • visibility 376
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Dalam rangka menjaga seni dan budaya lokal atau asli dari Malang yang sudah menjadi icon budaya agar makin dkenal dan tidak hilang tergerus jaman, Dinas Pariwisata mengusulkan agar tari topeng bisa dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dasar di kota Malang. “Ya kita berharap agar tari topeng yang sudah menjadi icon seni budaya Malang […]

  • Korem 083 Laksanakan Evaluasi Progjagar Teritorial

    Korem 083 Laksanakan Evaluasi Progjagar Teritorial

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 648
    • 0Komentar

    ADADIMALANG. Instansi – Teritorial merupakan salah satu Fungsi Utama dari TNI AD untuk menjaganya sehingga kedaulatan suatu bangsa dan Negara akan benar-benar terwujud dengan territorial Negara yang aman dan terjaga. Terkait dengan hal tersebut, setiap Program Kerja dan anggaran khususnya pencapaian program bidang teritorial dharapkan harus dapat terukur keberhasilannya  baik dalam hal penyajian data, hasil […]

  • Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk para Penghafal Al Quran di kota Malang

    Wali Kota Sutiaji Serahkan Bantuan Bagi Para Penghafal Al Quran

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Mendapat bantuan sebesar Rp.1 juta setiap bulan dan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. ADADIMALANG – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji memiliki banyak program prioritas saat memimpin Kota Malang, salah satunya adalah melahirkan minimal satu orang penghafal Al-Qur’an atau hafiz/hafizah/hufaz di setiap Rukun Warga (RW). Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Pemerintah (Pemkot) Malang menggandeng Badan […]

  • 3.400 Personil Korem 083 Disiagakan Selama Pemilu 2019

    3.400 Personil Korem 083 Disiagakan Selama Pemilu 2019

    • calendar_month Jumat, 22 Feb 2019
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Malang Raya masuk wilayah aman dari kerawanan Pemilu. Kota Malang – Meskipun wilayah Malang Raya dari data yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) disebut sebagai wilayah yang aman dari kerawanan Pemilu, namun aparat keamanan tidak mau gegabah dalam mengantisipasi semua kemungkinan yang bisa terjadi. “Kita bersyukur bahwa wilayah Malang Raya ini termasuk aman jika dilihat […]

  • Biaya Penanganan 73 Kasus Covid Di Malang Raya Mencapai 4 Miliar

    Biaya Penanganan 73 Kasus Covid Di Malang Raya Mencapai 4 Miliar

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Berdasarkan klaim dari delapan rumah sakit di Malang Raya yang menjadi tempat rujukan pasien Corona Virus Desease (Covid-19) yang lebih dikenal dengan sebutan virus Corona ini, diketahui biaya yang telah dikeluarkan oleh delapan rumah sakit tersebut mencapai sekitar Rp.4 miliar. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Malang, […]

expand_less