~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Tugas Kuliah ke Produk Jualan, Ban Ban Crunch STIE Malangkuçeçwara Tembus Program P2MW

Dari Tugas Kuliah ke Produk Jualan, Ban Ban Crunch STIE Malangkuçeçwara Tembus Program P2MW

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 222
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Berawal dari tugas mata kuliah untuk membuat inovasi produk justru berkembang menjadi peluang usaha bagi mahasiswa STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang, bahkan hingga lolos Program pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Direktorat Belmawa Kemendikti Saintek..

Terinspirasi dari konten-konten di media sosial, sejumlah mahasiswa STIE Malangkuçeçwara ini kemudian berhasil mengembangkan penganan Piscok (pisang coklat)  yang banyak digemari masyarakat menjadi produk yang lebih inovatif.,

Tim yang kemudian diberi nama ‘Ban Ban Crunch’ ini bukan sekadar mengubah rasa, mereka membuat piscok dengan bentuk menyerupai permen dan menghadirkan pilihan isian serta topping yang beragam.

Nama Ban Ban Crunch sendiri diambil dari kata banana yang berarti pisang. Sementara kata crunch menggambarkan tekstur pisang yang renyah.

Ditemui di sela-sela waktu berjualan ban ban Crunch, Chief Executive Officer Ban Ban Crunch STIE Malangkuçeçwara yakni Najwa Aulia Wardah menjelaskan ide tersebut muncul ketika dirinya bersama anggota tim mendapat tugas kuliah untuk membuat sebuah inovasi produk.

“Jadi awalnya itu tidak sengaja ya waktu ada tugas kuliah dan kemudian kita seriusi dengan membuat produk pisang coklat namun bentuknya seperti atau menyerupai bungkus permen dimana inspirasinya itu setelah melihat media sosial. Untuk Ban Ban Crunch ini di dalamnya kami berikan isian rasa coklat, strawberry, dan keju,” jelas Najwa saat ditemui ketika berjualan di area CFD Kota Malang.

Tidak berhenti pada bentuk yang berbeda, tim Ban Ban Crunch juga mencoba memberikan pilihan rasa yang lebih beragam. Jika piscok pada umumnya identik dengan isian coklat semata, produk tersebut menawarkan isian coklat, strawberry dan keju.

Bagian luarnya juga mendapat sentuhan tambahan berupa glaze atau coklat leleh dengan pilihan rasa coklat, tiramisu dan green tea.

“Selain itu di atasnya kita beri juga topping springkle, keju, oreo dan meises dimana idenya itu hasil rembukan kami bersama,” jelas Najwa.

Dari tugas kuliah, ide tersebut kemudian dikembangkan secara lebih serius. Tim Ban Ban Crunch mengajukan produk mereka melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha atau P2MW dari Direktorat Belmawa Kemendikti Saintek.

Kerja keras tim yang dipimpin Najwa Aulia Wardah sebagai Chief Executive Officer tersebut kemudian mendapat dukungan pendanaan P2MW sekitar Rp9,7 juta, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan peralatan produksi. Menurut tim Ban Ban Crunch, pengembangan peralatan diperlukan agar proses pembuatan produk dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Dalam menjalankan usaha tersebut, Najwa tidak bekerja sendiri. Ia dibantu Achmad Nauval D. J. sebagai Chief of Marketing Officer, Revinna Kartikasari sebagai Chief of Finance Officer dan Amelia Naila R. sebagai Chief of Product Officer. Tim Ban Ban Crunch dibina oleh dosen STIE Malangkuçeçwara Hadiana Fernanda, S.E., M.M., serta mendapat pendampingan dari Rina Irawati, S.E., M.M., CDM., CMSE., selaku koordinator P2MW di kampus STIE Malangkuçeçwara.

Produk tersebut kemudian mulai diperkenalkan kepada masyarakat, salah satunya melalui penjualan di area Car Free Day atau CFD Kota Malang. Anggota tim Ban Ban Crunch secara langsung menawarkan produk hasil pengembangan tugas kuliah tersebut kepada masyarakat.

Najwa mengatakan Ban Ban Crunch memiliki konsep yang masih relatif jarang ditemui di pasaran. Selain bentuknya yang menyerupai permen, konsumen mendapatkan pilihan isian, glaze dan topping dalam satu produk.

“Kalau produk piscok seperti Ban Ban Crunch ini setahu kita masih jarang ada, atau bahkan kita yang pertama memproduksi seperti ini dimana hanya dijual Rp.15 ribu sudah mendapatkan delapan buah Ban Ban Crunch dengan isian, glaze hingga topping. Kita juga memperkenalkan dan menjualnya di area CFD kota Malang bersama-sama anggota tim Ban Ban Crunch ini,” pungkas Najwa.

Dengan harga Rp15 ribu untuk satu kemasan berisi delapan buah, Ban Ban Crunch mencoba membawa piscok ke bentuk dan pilihan rasa yang berbeda. Bagi tim mahasiswa tersebut, tugas kuliah akhirnya tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi berkembang menjadi produk yang dapat diperkenalkan dan dijual kepada masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Agus Yuwono / AdaDiMalang.com)

    Ini Tanggapan Wali Kota Malang Terkait Pelaku Usaha Nakal Memainkan Pajak

    • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Pemkot Malang telah berkordinasi dengan Aparat Penegak Hukum terkait hal tersebut. ADADIMALANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang beberapa waktu lalu telah melaksanakan inspeksi di lima cafe dan resto yang terindikasi mempermainkan e-Tax dengan memiliki 2 akun transaksi. Dari inspeksi yang dilaksanakan Bapenda Kota Malang, diketahui lima pelaku usaha cafe dan resto tersebut terbukti […]

  • 90 Mahasiswa Asing ikuti DT di wilayah Malang Raya

    90 Mahasiswa Asing ikuti DT di wilayah Malang Raya

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2018
    • account_circle redaksi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Kota Malang – Perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi yang luar biasa menjadikan pembentukan jaringan (networking) sangatlah diperlukan. Hal tersebut juga diperlukan di dunia kampus yang terus membangun jejaring dengan berbaga pihak baik di Indonesia ataupun di luar negeri. Terkait dengan pembangunan jejaring di luar negeri, membuat keberadaan Kantor Urusan International (KUI) wajib dimiliki oleh sebuah perguruan […]

  • Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji bersama Kapolsek Klojen dan Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang serta Kepala OPD lainnya melaksanakan kegiatan bersih-bersih Alun-Alun Merdeka Malang (Foto : Agus Yuwono / AdaDiMalang.com)

    Tidak Ikut Kirab Adipura, Wali Kota Sutiaji Malah Lakukan Ini

    • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
    • account_circle redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Bersama Pasukan Kuning Dan Kepala OPD Kota Malang, Wali Kota Sutiaji bersih-bersih Alun-Alun Merdeka. ADADIMALANG – Kota Malang berhasil meraih Piala Adipura untuk kategori Kota Besar. Keberhasilan membawa kembali Piala Adipura ke Kota Malang tersebut disambut dengan melakukan kirab Piala Adipura di Kota Malang pagi ini. Namun di tengah kegembiraan mengirab Piala Adipura tersebut di […]

  • Dandim 0833 Hadiri Sosialisasi Pendampingan Upsus Tersebar Bidang Pertanian

    Dandim 0833 Hadiri Sosialisasi Pendampingan Upsus Tersebar Bidang Pertanian

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2019
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Babinsa diharapkan dapat tetap mendampingi para petani. ADADIMALANG. Instansi – Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol inf Tomy Anderson menghadiri Kegiatan Sosialisasi Pendampingan Upsus tersebar Bidang Pertanian di Aula Dodikjur Rindam V Brawijaya di Kota Malang. Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Pati Staf Ahli Kasad Brigjend TNI Widodo Iryansyah hari ini, Kamis (04/07). Dalam […]

  • Wisata Glintung Kembali Terima Kunjungan Wisatawan Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

    Wisata Glintung Kembali Terima Kunjungan Wisatawan Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 312
    • 1Komentar

    Pemuda Pemudi Sukolelo Prigen Belajar Merubah Mindset Di Rumah Prestasi Glintung Go Green ADADIMALANG – Dengan melakukan peninjauan kampung binaan Bambang Irianto, sebanyak 20 orang pemuda dan pemudi dari desa Sukolelo Prigen belajar merubah membangun kampung dan merubah mindset di Rumah Prestasi 3G (Glintung Go Green). Rombongan generasi muda Sukolelo yang dipimpin oleh Kepala Desa […]

  • Pelaksanaan Silaturahmi Nasional (silatnas) 3 Forum Bisnis Badan Usaha Milik Perguruan Tinggi (BUM-PT) di Universitas Brawijaya mulai pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)

    Universitas Brawijaya Menjadi Tuan Rumah Silatnas 3 Forum Bisnis BUM-PT 2024

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Menyiapkan misi strategis untuk Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) ke depan. ADADIMALANG.COM | Kampus UB – Pelaksanaan Silaturahmi Nasional (silatnas) 3 Forum Bisnis Badan Usaha Milik Perguruan Tinggi (BUM-PT) digelar di Universitas Brawijaya (UB) mulai hari ini hingga tanggal 12 Juni 2024 mendatang. “Forum silatnas 3 ini merupakan kelanjutan dari silatnas 1 dan 2 […]

expand_less