Ditunjuk KPK Jadi Piloting Pengendalian Gratifikasi, Rektor UB Siapkan Kader Berkarakter
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- print Cetak

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Setyo Budiyanto saat menyampaikan sambutannya di kampus Universitas Brawijaya (Foto : Fatma AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Universitas Brawijaya (UB) Malang resmi ditunjuk sebagai proyek percontohan (piloting project) nasional dalam penerapan Program Pengendalian Gratifikasi di lingkungan perguruan tinggi. Langkah ini bertujuan memperkuat tata kelola kampus yang bersih dan berintegritas guna mencegah tindak pidana korupsi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto dalam Workshop Penyusunan Program Pengendalian Gratifikasi di Perguruan Tinggi, Jumat (18/9/2026)
Ia menegaskan bahwa penunjukan kedua kampus di Kota Malang ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menindaklanjuti PIEPK. Sinergi ini ditandai dengan pelaksanaan workshop penyusunan program yang digelar di UB, setelah sebelumnya diawali pencanangan di UIN Malang.
“Tantangan pemberantasan korupsi tentu ada di setiap kementerian dan dunia pendidikan. Melalui PIEPK, kita merumuskan ada 12 potensi risiko dan 8 perangkat untuk meminimalisasi risiko tersebut, salah satunya melalui Program Pengendalian Gratifikasi,” kata Setyo.
Setyo menjelaskan dua perguruan tinggi negeri ini diharapkan menjadi pelopor yang kelak model pengelolaannya dapat direplikasi oleh kampus-kampus lain di Indonesia.
“UIN Maulana Malik Ibrahim dan Universitas Brawijaya ini sebagai piloting yang mengawali. Harapannya, setelah implementasinya berjalan dengan baik, bisa dicontoh oleh perguruan tinggi negeri lainnya,”tandasnya.
Dalam penentuan percontohan, Setyo mengapresiasi dukungan aktif pimpinan kedua kampus yang bersedia mencurahkan energi dan fokusnya. Selain komitmen internal, tingkat integritas kampus secara berkala diukur menggunakan Survei Penilaian Integritas.

Kegiatan workshop KPK RI di aula Algoritma Filkom Universitas Brawijaya (Foto : Fatma AdaDiMalang)
“Survei Penilaian Integritas kami lakukan per tahun secara transparan dan kredibel dengan melibatkan pihak kampus hingga masyarakat. Harapannya, melalui program pengendalian gratifikasi ini, skor integritas kampus semakin meningkat,” tutur Setyo.
Sambut baik penunjukan tersebut, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan tersebut. Pihaknya berkomitmen memanfaatkan momentum ini untuk membangun fondasi integritas yang kokoh di tingkat perguruan tinggi.
Prof. Widodo menilai perguruan tinggi memiliki peran vital sebagai tempat pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kampus merupakan sumber utama dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang bakal terjun ke masyarakat.
“Ya, pertama tentu saya mengucapkan banyak terima kasih dan juga bangga Universitas Brawijaya ditunjuk ya menjadi salah satu piloting untuk penguatan ekosistem integritas perguruan tinggi. Dan ini juga kita ingin sekali gunakan momentum ini untuk bisa berkontribusi menjadi legacy bahwa Universitas Brawijaya juga berkontribusi membangun ekosistem integritas yang ada di perguruan tinggi, karena kita melihat bahwa perguruan tinggi ini adalah ibarat mata air untuk kaderisasi anak-anak muda kita,” ujar Prof. Widodo.
Melalui program piloting ini, UB menargetkan pembentukan budaya integritas yang melekat kuat pada diri para mahasiswa dan alumni. Penerapan nilai-nilai kebaikan di lingkungan akademis diharapkan dapat terbawa hingga lulusan berkiprah di dunia kerja.
“Sehingga kalau kampus ini memiliki budaya integritas yang bagus, harapan kita anak-anak kita, alumni-alumni yang lulus dari Universitas Brawijaya juga akan meniru memiliki karakter dan budaya integritas yang kuat. Dan ini salah satu tujuan kita adalah kita arahkan ke sana. Terima kasih,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



