Moreno Soeprapto Buka Suara Soal Pelibatan Kantin Sekolah di Program MBG
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- print Cetak

Anggota DPR RI serta Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Fatma AdaDiMalang).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto, menyambut positif usulan publik agar pengelolaan dan pengadaan Makan Bergizi Gratis (MBG) diserahkan langsung ke kantin-kantin sekolah. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa fasilitas dan kesiapan kantin sekolah saat ini belum merata untuk mengelola masakan porsi masal.
Respon tersebut disampaikan Moreno menyikapi munculnya dugaan indikasi masalah (suspect) teknis distribusi dan higienitas pangan pada pelaksanaan MBG di wilayah Malang. Ia berjanji akan membawa gagasan pelibatan kantin sekolah ini ke pemerintah pusat sebagai bahan kajian kebijakan.
“Saya setuju, tapi belum semua kantin itu siap. Jadi segala tampungan aspirasi masyarakat ini enggak apa-apa, kita bikin exercise nanti di pusat,” kata Moreno.
Moreno menjelaskan bahwa penanganan program strategis Presiden ini membutuhkan kesiapan dari berbagai lini, mulai dari kesiapan dapur, pengemasan, hingga mekanisme penyaluran di lapangan.
“SDM dan manpower itu kan dari berbagai latar belakang, walaupun katakanlah dapurnya semuanya sudah di-training. Terkait bagaimana strategi dari mulai penyalurannya dan pengemasannya, itu harus kita memantau bersama-sama,” ujarnya.
Selain menanggapi usulan kantin sekolah, Moreno juga membantah secara tegas isu mengenai keterlibatan kader Partai Gerindra dalam kepemilikan Sertifikat Standar Pengolah Pangan Gratis (SPPG) atau dapur penyedia MBG di Malang.
“Setahu saya tidak. Kami sangat mendukung ya, boleh dicek. Karena pada saat dulu belum beda pemerintahan, kami sangat hati-hati betul. Kami sudah terbiasa, semua harus melakukan segala sesuatunya penuh dengan pertanggungjawaban,” tegasnya.
Terkait spekulasi adanya oknum yang mengatasnamakan dirinya maupun partai demi mengamankan proyek MBG, Moreno enggan berspekulasi dan memilih mengajak media massa serta masyarakat untuk aktif mengawal proses penyaluran di lapangan.
“Kalau mengatasnamakan, saya enggak masuk ke ranah situ ya. Makanya mari kita sama-sama mengawal. Saya ajak teman-teman media, ayo kita kawal,” tuturnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh temuan, aspirasi, dan data evaluasi dari lapangan ke tingkat pusat agar evaluasi tata kelola MBG dapat dirumuskan secara terukur.
“Kita buat exercise saja nanti, tapi ini akan saya bawa ke pusat,” pungkas Moreno. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



