Meriahnya Lomba Kicau Burung Di Gantangan Patok Yang Dilaksanakan Malam Hari
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
- visibility 481
- print Cetak

Meriahnya pelaksanaan lomba Kicau Burung di Gantangan Patok Simpang Sulfat Utara Kota Malang setiap Rabu dan Jumat malam
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dilaksanakan setiap hari Rabu dan Jumat malam.
ADADIMALANG – Jika berbicara tentang hobi akan membuat pecinta hobi akan dengan sukarela melakukan banyak hal yang mungkin bagi orang lain sudah di luar nalar. Berapapun biaya akan dibayar dan sejauh apapun lokasi kegiatan akan tetap didatangi agar hobi yang disukai tersebut dapat tersalurkan.
Salah satu jenis hobi yang masih banyak peminatnya dan terus dilaksanakan saat ini adalah hobi memelihara burung yang dapat dinikmati kemerduan suaranya. Dengan berbekal suara yang merdu dan memenuhi kriteria-kriteria tertentu, hobi memelihara burung ini kemudian dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah ataupun kebanggaan bagi si empunya.
Buktinya hingga saat ini para pecinta burung di Kota Malang hingga saat ini masih memiliki minat atau animo yang tinggi untuk mengikutsertakan burung peliharaan mereka dalam ajang perlombaan burung berkicau (gantangan) yang banyak digelar hingga saat ini.
Salah satunya adalah gantangan di pasar Patok jalan Simpang Sulfat Utara Blimbing Kota Malang yang dilaksanakan oleh komunitas Dholog Bird Club.
“Kami sengaja menggelar lomba kicau burung (gantangan) ini pada malam hari karena banyaknya permintaan dari berbagai komunitas pecinta kicau burung di Kota Malang,” ungkap salah satu panitia dari Dholog Bird Club, Sandi Agus.
“Awalnya ya karena banyak teman-teman dari komunitas kicau burung yang mengeluhkan jika jarang sekali ada lomba burung pada malam hari, dengan proses penjurian dan kemasan yang menarik. Dari situlah akhirnya saya dan beberapa teman-teman menyewa gantangan patok di Jalan Simpang Sulfat Utara ini untuk digunakan lomba kicau burung setiap hari Rabu dan Jumat malam,” ungkap pemilik Rental Trail ‘RAS’ di Kota Malang itu.
Lebih lanjut Sandi Agus menjelaskan, ahwa animo komunitas dan masyarakat penghobi burung kicauan ternyata cukup tinggi, sehingga dalam beberapa kali mengadakan lomba kicau burung setiap Rabu dan Jumat malam tersebut selalu ramai.
“Alhamdulillah mas, kepercayaan peserta cukup tinggi pada lomba yang kami gelar, mereka tampak nyaman dengan proses penjurian yang fair play, serta biaya pendaftaran bisa dibilang merakyat. Kami hanya mematok harga Rp.10 ribu hingga Rp.15 ribu untuk setiap sesi dengan hadiah uang tunai bisa mencapai Rp.50 hingga Rp.150 ribu rupiah,” ungkap Sandi Agus, Rabu (06/07/2022).
Sementara itu salah satu pecinta kicau burung dari Plaosan kota Malang yakni Habi mengaku dirinya puas dengan adanya gantangan patok yang digelar pada hari Rabu dan Jumat malam. Jurinya cukup adil dalam memberikan penilaian, sehingga peserta juga merasa nyaman mengikutsertakan burungnya untuk mengikuti lomba.
“Lomba yang digelar oleh panitia Dholog BC sangat bagus, baik dari lokasi yang cukup dalam penerangan, parkiran luas, serta proses penjurian yang fair play, sehingga ini membuat beberapa komunitas burung juga mau hadir,” ujar Habi yang malam ini berhasil meraih juara 2 di salah satu sesi burung Kenari.
Selain dari dalam Kota Malang, peserta gantangan patok juga datang dari beberapa wilayah Kabupaten Malang, bahkan juga Pandaan. (A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono




Saat ini belum ada komentar