~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rachmat Safaat : Indonesia Sudah Seharusnya Kedaulatan Pangan Dan Bukan Masih Ketahanan Pangan

Rachmat Safaat : Indonesia Sudah Seharusnya Kedaulatan Pangan Dan Bukan Masih Ketahanan Pangan

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
  • visibility 334
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dewan Profesor UB laksanakan Seminar Nasional bahas kedaulatan Pangan.

ADADIMALANG – Berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintahan saat ini dinilai masuh berpatokan pada paradigma mewujudkan Ketahanan Pangan.

Padahal dengan konsep Ketahanan Pangan tersebut maka yang diutamakan adalah adanya ketersediaan pangan tanpa peduli sumbernya dari mana.

“Itu menjawab kenapa saat ini banyak pangan yang masih impor, dan bukan diupayakan dipenuhi sendiri di dalam negeri. Kenapa impor? karena dengan impor itu akan ada keuntungan yang diperoleh. Seperti dulu ada kasus impor daging sapi dari Australia yang menyebabkan seorang pimpinan partai terkena kasus hukum,” ungkap Prof. Dr. Rachmat Safaat, SH., M.Si usai menjadi pemateri dalam Seminar Nasional dengan tema ‘Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional Dalam Pemenuhan Kebutuhan Pangan yang Baik dan Sehat Bagi Warga Negara’ yang dilaksanakan oleh Dewan Profesor Universitas Brawijaya (UB) pagi tadi, Rabu (15/06/2022).

“Jika pemerintah terus melakukan kebijakan Ketahanan Pangan seperti ini, maka dalam waktu yang tidak lama lagi akan terjadi persoalan dalam hal pangan. Sudah seharusnya masalah pangan ini berubah menjadi Kedaulatan Pangan, dimana kebutuhan pangan ini dipenuhi dari hasil sendiri di dalam negeri. Jadi dipersiapkan dulu kebutuhannya, baru stop impor dan memulai memenuhi kebutuhan sendiri dari dalam negeri,” ungkap mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.

Saat ditanya kemampuan Indonesia untuk melaksanakan Ketahanan Pangan, Rachmat Safaat justru optimis Indonesia mampu melaksanakan hal tersebut tetapi membutuhkan keberanian dan kebijakan pemerintah untuk mewujudkannya.

“Masyarakat di berbagai daerah Indonesia itu mampu untuk berdaulat atas pangan seperti masyarakat Baduy atau Tengger yang mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka dari wilayahnya sedndiri,” ungkapnya.

Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan yang dimaksudkan, Rachmat Safaat menyampaikan ada beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan seperti luas lahan tanah pertanian, petani dan subsidi.

“Contohnya saja soal subsidi, di Amerika atau China setiap orang atau petani diberi subsidi 500 juta dalam setahun, sementara di kita apa? subsidi pupuk aja repot. Subsidi tidak ke petani malah ke petani berdasi. Hal ini juga menyebabkan banyak petani kita berhenti berprofesi sebagai petani,” jelasnya.

Para petani di Indonesia saat ini diketahui hanya menjadi petani penggarap yang tidak memiliki lahan pertanian sendiri, sehingga menuju kedaulatan pangan maka diperlukan adanya reforma agraria dalam bentuk pemberian lahan kepada para petani minimal 2 hektar.

“Untuk lahan pertanian sawit saja bisa diberikan atau disediakan lahan yang begitu luas, kenapa untuk para petani tidak bisa. Lahan ada, kemarin pemerintah membuat food estate itu menyiapkan lahan 600 hektar yang saat ini justru terbengkalai dan petani malah dijadikan buruh di sana,” terang Rachmat Safaat kepada AdaDiMalang.

Pelaksanaan Seminar Nasional oleh Komisi B Dewan Profesor Universitas Brawijaya tersebut Dewan profesor UB yakni Prof Dr H Armanu SE., M.Sc merupakan kontribusi pemikiran para akademisi Universitas Brawijaya kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas hidup berbangsa dan bernegara.

“Dalam kegiatan seminar ini maka pemikiran kita dapat dikembangkan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat, intinya di situ,” ungkap Armanu

Setelah kegiatan seminar nasional kali ini, bulan depan Komisi C Dewan Profesor UB akan menggelar kegiatan serupa dengan tema pembahasan yang berbeda. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga saat berkunjung ke Pasar oro-Oro Dowo Kota Malang hari ini (Kamis (09/03/2023)

    Grebek Pasar Oro Oro Dowo Malang, Sinergi Wakil Menteri Perdagangan Dan Start Up Rural Commerce Dagangan

    • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
    • account_circle redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Dengan tujuan untuk mengoptimalkan digitalisasi pasar, warung dan UMKM Jawa Timur. ADADIMALANG – Start-up rural commerce ‘Dagangan’ terus berupaya mendukung program Kementerian Perdagangan RI untuk memberdayakan masyarakat pedesaan dengan meningkatkan transformasi digital untuk pedagang pasar, warung, dan UMKM. Untuk itu, Dagangan bersinergi dengan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Bank BTPN Syariah dalam kegiatan Grebek […]

  • UB Kembali Menambah Dua Profesor Baru

    UB Kembali Menambah Dua Profesor Baru

    • calendar_month Rabu, 25 Agt 2021
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 1.309
    • 0Komentar

    Satu Profesor di bidang Infrastruktur Perkotaan dan satu Profesor bidang Ilmu Geofisika. ADADIMALANG – Meskipun pandemi masih belum usai, namun Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan dua profesor baru. Dalam pengukuhan yang akan dilaksanakan pagi tadi (25/8/2021), UB mengukuhkan Dr. Ir. Budi Sugiarto Waloeya, MSP. sebagai profesor bidang Infrastruktur Perkotaan yang merupakan profesor ke-16 di Fakultas […]

  • Studi Lapang UMKM, Mahasiswa PDIM Universitas Negeri Malang Kunjungi Komunitas Pelanusa

    Studi Lapang UMKM, Mahasiswa PDIM Universitas Negeri Malang Kunjungi Komunitas Pelanusa

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Setelah mengunjungi KPPBC TMC Malang untuk mempelajari regulasi ekspor, mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) melanjutkan studi lapang dengan mengunjungi komunitas pelaku UMKM Pelanusa di Gedung Malang Creative Center (MCC) siang hari tadi, Selasa (12/05/2026). Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapatkan […]

  • Masjid As Sakinah Janti Barat menjadi panitia unit pengumpul zakat

    Masjid As Sakinah Janti Barat menjadi panitia unit pengumpul zakat

    • calendar_month Minggu, 27 Mei 2018
    • account_circle redaksi
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Kota Malang – Selain menjadi tempat distribusi santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kota Malang hari ini (27/05), Masjid As. Sakinah yang ada di jalan Janti Barat nomor 9 A kelurahan Bandung Rejosari, kecamatan Sukun kota Malang juga mendapatkan berkah santunan dengan ditunjuk menjadi Panitia Unit Pengumpul Zakat di bawah Baznas kota Malang. Menurut […]

  • Fintech makin menggurita, FSI hadir untuk mendampingi para pelakunya

    Fintech makin menggurita, FSI hadir untuk mendampingi para pelakunya

    • calendar_month Rabu, 15 Agt 2018
    • account_circle redaksi
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Kota Malang – Dengan mendasarkan diri pada kemampuan dan kuatnya jaringan yang dimilikinya, tiga orang advokat senior dari Jawa Timur yakni Syarif Hidayatullah, Ferry Syarief serta Indra Bayu akhirnya secara resmi membuka kantor Firma Hukum (Law Firm) yang diberi nama FSI (Ferry, Syarif, Indra dan Rekan). Pembukaan kantor Firma Hukum tersebut diwujudkan dalam penandatanganan surat […]

  • Kota Malang Ukir Rekor MURI Lewat Penyediaan Anjungan Air Minum Gratis Saat PORPROV Jatim 2025

    Kota Malang Ukir Rekor MURI Lewat Penyediaan Anjungan Air Minum Gratis Saat PORPROV Jatim 2025

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Kesuksesan Kota Malang sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur 2025 kini semakin lengkap dengan capaian baru yang membanggakan. Pemerintah Kota Malang bersama Perumda Air Minum Tugu Tirta berhasil mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) lewat inovasi luar biasa selama penyelenggaraan ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi […]

expand_less