Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Tim Abdimas UM Gelar Webinar Skrip Sweet / Skrip Sh*t

Tim Abdimas UM Gelar Webinar Skrip Sweet / Skrip Sh*t

Bentuk pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) untuk mahasiswa yang masih kebingungan dalam mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir kuliahnya.

ADADIMALANG – Dalam menempuh pendidikan khususnya di perguruan tinggi, mahasiswa akan melalui tahapan penyusunan skripsi sebagai tugas akhir yang menentukan kelulusannya dalam menempuh pendidikan. Selain itu, skripsi juga dianggap sebagai puncak implementasi segala macam teori dan pembelajaran yang telah diterima oleh mahasiswa selama berkuliah.

Namun berdasarkan realitas yang ada, ternyata mahasiswa masih banyak yang belum paham bagaimana mengerjakan skripsi dengan instrumen-instrumen di dalamnya seperti teori, metode penulisan dan pengujian yang digunakan.

Terkait dengan kondisi tersebut, tim Abdimas Universitas Negeri Malang (UM) menggelar seminar secara daring (webinar) yang mengambil tema ‘Skrip Sweet / Skrip Sh*t’ yang diikuti lebih dari 800 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Malang.

Tingginya animo mahasiswa yang mengikutinya dan menariknya pembahasan tentang skrispi membuat webinar tersebut dilaksanakan secara berseri hingga tiga hari lamanya dengan menghadirkan lima orang narasumber, yakni alumni UM yang salah satunya telah bekerja sebagai staf junior audit, seorang mahasiswa Akuntansi yang baru menyelesaikan sidang skripsi dan narasumber lainnya.

Kegiatan webinar yang dimoderatori oleh dosen Jurusan Akuntansi FE UM, Ani Wilujeng Suryani, ini dibuka oleh Ketua LP2M Universitas Negeri Malang, Prof. Markus Diantoro. Webinar tersebut dilaksanakan untuk memberikan gambaran terkait penelitian kuantitatif serta metode analisis data yang digunakan.

Tujuan lain webinar tersebut menurut Ani Wilujeng Suryani juga untuk memberikan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh peneliti apabila memiliki data yang berdistribusi non normal dan data terdeteksi heteroskedastic ataupun memiliki data yang terdeteksi heteroskedastic dan autokorelasi secara bersamaan, serta mengenalkan dan memberikan gambaran penelitian menggunakan ‘Systematic Review’ dan ‘Analisis Foto’ untuk penelitian. Berikutnya, mengenalkan dan memberikan gambaran uji GARCH untuk data penelitian yang mengalami autokorelasi dan heteroskedastic.

“Webinar ini berlangsung selama tiga hari dan dilaksanakan dalam lima sesi dimana antusiasme peserta begitu tinggi yang terlihat dari jumlah peserta yang cukup banyak juga dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber,” ungkap perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana tim Abdimas UM ini.

Dalam webinar tersebut narasumber menyampaikan bahwa peneliti kuantitatif sebaiknya tidak langsung melakukan analisis regresi setelah data terkumpul, tetapi melakukan proses screening data untuk melakukan treatment terhadap missing data dan outlier. Selain itu, peneliti kuantitatif juga harus memastikan semua uji asumsi klasik yang disyaratkan sudah terpenuhi sebelum melakukan analisis regresi.

“Pada webinar sesi satu dan dua narasumber juga memaparkan bagaimana cara memilih model regresi data panel dan cara menyembuhkan heteroskedastic, sehingga data yang terkena heteroskedastic tidak dijadikan sebagai keterbatasan dalam suatu penelitian. Sementara di webinar sesi tiga dan empat narasumber memberikan gambaran tentang penelitian yang masih jarang dilakukan di Indonesia, yakni systematic review dan analisis foto,” ungkap Ani Wilujeng Suryani.

Dengan diselenggarakannya webinar tersebut menurut Ani diharapkan dapat memberi manfaat bagi para partisipan khusunya bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi sehingga para mahasiswa dapat terbantu dalam melakukan proses screening data dan pengujian asumsi klasik, serta cara mengobati data yang heteroskedastic maupun data yang terdeteksi heteroskedastic dan autokorelasi secara bersamaan, sehingga tidak kesulitan jika data penelitian yang digunakan memiliki masalah serupa dengan peneliti.

“Kedua, memberikan selayang pandang dan pengetahuan baru kepada peserta bahwa metode systematic review dan analisis foto masih jarang digunakan di kalangan peneliti Indonesia terutama bagi para mahasiswa yang menempuh skripsi. Dengan adanya webinar ini diharapkan dapat memperkaya variasi penelitian berikutnya,” ungkap Ani Wilujeng Suryani yang menegaskan bahwa webinar tersebut dilaksanakan sebagai salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Sebelum mengakhiri wawancara, Ani menegaskan melihat animo yang tinggi dari mahasiswa saat pelaksanaan webinar series tersebut tidak menutup kemungkinan kegiatan yang sama akan dilaksanakan kembali atau melaksanakan webinar dengan tema lain yang memang lebih dibutuhkan oleh para mahasiswa. (A.Y)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan