Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

UB Tambah Profesor Dari Fakultas Pertanian Dan Fakultas Teknik

UB Tambah Profesor Dari Fakultas Pertanian Dan Fakultas Teknik

Sama-sama membuat penelitian seputar energi.

ADADIMALANG – Penelitian Strategi Percepatan Integrasi Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan pada Sistem Tenaga Listrik di Indonesia, terkait EBT ini disampaikan pula saat pengukuhan profesor aktif. Yakni Hadi Suyono yang merupakan Profesor aktif ke-187 UB dan ke-15 Fakultas Teknik (FT) UB bidang Ilmu Rekayasa Sistem Daya dan Kecerdasan Buatan.

Menurut Prof. Hadi, di tahun 2018 atau tepatnya 2019 akhir EBT di Indonesia masih berada di angka 14 persen dan pada 2025 pemerintah menginginkan sebesar 23 persen sedangkan akhir 2050 sebanyak 31 persen.

“Artinya bahwa untuk 2025 kurang empat tahun sedangkan posisi sekarang masih 14 persen, sehingga diperlukan akselerasi untuk merealisasikan bauran energi 23 persen dan 31 persen tersebut,” ujar Prof. Hadi.

Di waktu yang bersamaan Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS juga dikukuhkan sebagai Profesor aktif ke-186 UB dan Profesor aktif ke-43 Fakultas Pertanian (FP) UB. Penelitian Prof. Agus berjudul Strategi Peningkatan Efisiensi Konversi Energi Matahari pada Sistem Produksi Pertanian melalui Pengelolaan Pola Tanam.

Menurut Prof. Agus sebagai negara agraris dan kaya akan matahari, Indonesia semestinya tidak hanya memanfaatkan input produksi buatan seperti pupuk melainkan juga cahaya matahari. Sebab produktivitas tanaman sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanaman dalam mengkonversi energi matahari menjadi energi kimia melalui fotosintesis.

“Hanya saja nilai Efisiensi Konversi Energi (EKE) sangat rendah yaitu sekitar 2 persen, penyebabnya beragam, mulai pemantulan dan penerusan energi matahari yang jatuh pada tajuk tanaman hingga kurang tepatnya budidaya tanaman,” ungkap Prof. Agus.

Budidaya tanaman kurang telat ini misalnya penggunaan jarak tanam terlalu lebar maupun sempit, tidak memperhatikan fase pertumbuhan serta penggunaan varietas yang tidak respon terhadap intensitas radiasi matahari.

Penelitian Prof. Agus menunjukkan penataan pola tanam dapat meningkatkan EKE sekitar 1-3 persen tergantung perlakuan dan jenis tanaman. Misalnya pada tanaman padi dilakukan dengan mengatur waktu tanam, pemilihan varietas berdaun tegak dan tata letak tanaman bergaris ganda. Sedangkan perlakuan berbeda diterapkan pada tanaman jagung yakni pemberian mulsa dan penggunaan tata letak baris ganda.

“Pola tanam yang dipadukan dengan sifat fisiologis tanaman mampu menghasilkan nilai EKE matahari yang optimal, kemudian diikuti peningkatan produksi, bahkan dapat membuat tanaman budidaya efisien, berlanjut, aman, sehat dan ramah lingkungan,” tutup lulusan S3 Ilmu Pertanian UB ini. (A.Y)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan